Terkait Dana Hibah ke Desa, Noviwaldy : Kami Tanya ke Kemendagri

Selasa,07 November 2017 | 19:54:17 WIB
Terkait Dana Hibah ke Desa, Noviwaldy : Kami Tanya ke Kemendagri
Ket Foto : Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman. (Foto : int)

PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman mengatakan, belum menerima laporan kerja komisi, terkait dengan anggaran hibah ke desa sebesar Rp50 juta pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2018. 

 

Menurut politisi Partai Demokrat ini, jika itu diberikan dalam bentuk hibah harus ada proposalnya. "Itu tak boleh, karena harus ada proposalnya. Jangan sampai nanti terjerat hukum," kata Noviwaldy Jusman, Selasa (7/11/2017). 

 

Anggaran hibah sebesar Rp 50 juta ke desa, menurut Dedet terlalu sedikit. Rata-rata yang diterima desa hanya Rp4 juta per bulan. Apa yang bisa dibuat Kepala Desa dengan anggaran hibah yang minim itu. 

 

Wakil Ketua DPRD Riau menyatakan segera menanyakan payung hukumnya ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). "Atau, sudah kita buat aja anggaran sekitar Rp500 juta sampai Rp1 miliar, tapi buat kegiatan yang dibutuhkan masyarakat," ujar Dedet. 

 

Polanya dalam bentuk program. Misalnya, pembangunan irigasi, penimbunan jalan, drainase, bantuan modal usaha dan lainnya. Bisa juga dalam bentuk Organisasi Masyarakat Setempat (OMS). 

 

"Itu payung hukumnya. Buat program yang menguntungkan masyarakat, seperti OMS. Material dibeli dari masyarakat sekitar dan pekerjanya juga dari mereka, sehingga roda ekonomi di desa berputar, " tutup Dedet. (war)

 

 

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY