Proyek Tugu RTH, Karo Humas : Tanggungjawab Teknis yang Melaksanakan

Sabtu,11 November 2017 | 16:14:32 WIB
Proyek Tugu RTH, Karo Humas : Tanggungjawab Teknis yang Melaksanakan
Ket Foto : Karo Humas, Protokol dan Kerjasama Pemprov Riau, M Firdaus. (Foto : int)

PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Nama Gubernur Riau disebut-sebut dalam proyek Tugu Ruang Terbuka Hijau, eks Kantor PU Riau. Kepala Biro Humas, Protokol dan Kerjasama, Setdaprov Riau, M Firdaus mengatakan, tanggung jawab ada pada yang melaksanakan pekerjaan.

"Yang bertanggungjawab instansi teknis terkait," kata Firdaus menanggapi pernyataan yang disampaikan Tim Kuasa Hukum 9 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi Tugu, eks Kantor PU Riau, Sabtu (11/11/2017).  

Seperti diketahui, terkait proyek RTH senilai Rp8 miliar itu, Penyidik Tindak Pidana Khusus, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau telah menetapkan, menantu mantan Gubernur Riau, Anas Maamun, yakni Dwi Agus Sumarno bersama dengan 17 lainnya, sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi Tugu Anti Korupsi, Ruang Terbuka Hijau (RTH), eks Kantor Dinas PU Riau.

"Ini Gubernur tak boleh lepas tangan. Pak Andi Rahman tak bisa berdiam diri, karena pak Gubernur memanggil saudara Dwi sebagai kepala dinas. Disampaikan ke pak Dwi, sudah tiga orang Gubernur Riau masuk penjara, maka tolonglah dibuat ada semacam keinginan dari seluruh aparatur sipil negara yang di Pemrov Riau ada fakta integritas tidak melakukan korupsi," begitu kata Gubernur kepada Dwi Agus Sumarno yang kemudian disampaikan Ketua Tim Penasehat Hukum, Razman Arif Nasution, saat konferensi pers di Hotel Jatra, Jumat (10/11/2017).

Mendengar perintah Gubernur, Dwi Agus Sumarno, sontak berpikir apa yang dilakukannya. Mau tidak mau, selaku kepala dinas saat itu melaksanakan perintah itu.

Dwi serta merta memanggil staf yang terkait dengan itu. Ia berkoordinasi sampai ke Jogja serta mencari orang yang bisa mendesain fakta integritas. Namun, begitu proyek tersebut selesai, Kejati menemukan kerugian negara sebesar Rp1,2 miliar dan menetapkan Dwi sebagai tersangka bersama 17 lainnya. (war)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY