Gajah yang Tewaskan Warga Merupakan Gajah Jantan Berusia Sekitar 10 Tahun

Senin,13 November 2017 | 05:57:34 WIB
Gajah yang Tewaskan Warga Merupakan Gajah Jantan Berusia Sekitar 10 Tahun
Ket Foto : Gajah yang meresahkan masyarakat Inhu. Dokumentasi: Humas BKSDA Riau.

PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Seekor gajah yang menewaskan warga bernama Tukiya (50)warga Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis pada Sabtu (11/11/2017) lalu, diketahui merupakan gajah remaja berjenis kelamin jantan yang usianya diperkirakan 10 tahun.

"Gajah liar yang mengamuk adalah gajah jantan remaja yang diperkirakan berumur 10 tahun . Gajah mengamuk tersebut bersifat soliter (sendiri)," ujar Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (Balai Besar KSDA) Riau, Mahfud, melalui Kepala Bidang Wilayah II, Heru Sutmantoro pada Minggu (12/11) malam.

Sementara itu dari catatan tim BBKSDA Riau, gajah yang mengamuk tersebut habitatnya berada di kantong Giam Siak Kecil, Balai Raja.

"Di Giam Siak Kecil itu masih terdapat sekitar 50 ekor gajah. Daerah-daerah di antara Giam Siak Kecil sampai Balai Raja merupakan jalur atau koridor dan home range gajah dan aktif," sebutnya.

Untuk menghindari korban berikutnya, petugas Balai Besar KSDA Riau dan Polsek Pinggir bersama masyarakat sekitar langsung melakukan upaya penggiringan terhadap gajah liar tersebut.

"Bahkan saat ini untuk mengantisipasi konflik terjadi lagi Balai Besar KSDA Riau telah menurunkan dua ekor gajah jinak dari PLG Sebanga," katanya.

Penggiringan pun telah berhasil dilakukan dan gajah berhasil digiring keluar dari pemukiman penduduk.

Dengan seringnya gajah memasuki pemukiman warga lantaran habitatnya telah diusik, BBKSDA Riau mengimbau masyarakat agar selalu waspada dengan munculnya gajah liar baik dalam bentuk gajah berkelompok ataupun gajah jantan yang tunggal.

"Diharapkan tidak panik atau melakukan perlawanan atau gaduh. Segera hubungi pawang gajah atau petugas Balai Besar KSDA di Duri. Saat ini Balai Besar KSDA Riau bersama beberapa lembaga swadaya masyarakat Hipam, RSF,  WWF, Yayasan TNTN dan Vesswic akan terus memantau keberadaan gajah liar serta melakukan sosialisasi mengenai keberadaan satwa tersebut," tukas Heru.(sya)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY