Sektor Perikanan di Pekanbaru Menggeliat, Kelompok Usaha Sejahtera

Dibaca: 65 kali  Jumat,17 November 2017 | 17:13:32 WIB
Sektor Perikanan di Pekanbaru Menggeliat, Kelompok Usaha Sejahtera
Ket Foto : Walikota Pekanbaru memberikan makan ikan saat meninjau budidaya ikan lele, beberapa waktu lalu.

PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Pemerintah Kota mendukung sektor perikanan terus menggeliat. Hal itu dibuktikan dengan tingginya pendapatan rata-rata kelompok usaha budidaya ikan.

 

Pendapatan kelompok budidaya ikan di kota madani rata-rata Rp3.067.132 per bulan. 

 

Dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru, Elsyabrina melalui Kepala Bidang (Kabid) Perikanan, Helentina, jumlah Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) lele tercatat 77 kelompok. Satu Pokdakan beranggotakan 10 orang.

 

Mereka tersebar di Kecamatan Rumbai, Rumbai Pesisir, Bukitraya, Tampan dan Tenayan Raya. Untuk budidaya ikan lele sudah ada 250 gerai yang menampung hasil panen mereka. 

 

"Dengan pendapatan rata-rata tiga juta lebih. Artinya, anggota kelompok usaha budidaya lele menerima pendapatan di atas Upah Minimum yang ditetapkan pemerintah," ujar Kabid Perikanan.

 

Hal ini menandakan anggota Pokdakan yang tersebar di kota madani semakin sejahtera. Tak hanya itu, pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Riau juga memberikan bantuan benih ikan lele dan patin kepada kelompok.

 

Bantuan tersebut untuk menjadi daya dorong bagi mereka agar terus meningkatkan hasil panennya. Dari data Dinas Pertanian dan Perikanan, produksi budidaya ikan kolam mencapai 6.818,44 ton per tahun atau 18,68 ton per hari. 

 

Selain itu, kata Helentina, di Pekanbaru juga ada 71 Unit Pembenihan Rakyat (UPR) dan 70 Rumah Tangga Perikanan (RTP). 

 

Sebanyak 70 RTP tersebut, mengolah ikan menjadi berbagai macam produk, seperti ikan salai, bakso ikan, nugget, amplang dan berbagai jenis lainnya. Sementara itu, untuk penguatan daya saing produk (PDSP), kata Helentina, telah dilaksanakan program lomba mewarnai yang diikuti anak-anak dari Taman Kanak-kanak (TK) dan pameran kegiatan produk hasil perikanan di Batam. 

 

Dinas Pertanian dan Perikanan Pekanbaru juga mengutus peserta mengikuti lomba masak ikan tingkat Provinsi Riau yang diwakili Kecamatan Sail. "Alahamdulillah, Kota Pekanbaru meraih juara tiga untuk menu kudapan berbahan ikan dan juara harapan satu menu Balita," ungkapnya.

 

Namun Pekanbaru tidak mengutus peserta untuk mengikuti lomba masak ikan tingkat nasional yang diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), karena tak meraih juara I, sehingga diwakili Kabupaten Pelalawan. 

 

Di sektor perikanan tangkap, ujar Helentina, data yang diperoleh, jumlahnya mencapai 100 ton tahun 2016 atau rata-rata per harinya mencapai 0,27 ton. Dinas Pertanian dan Perikanan telah membina para nelayan di wilayah pinggir sungai, seperti di Kecamatan Limapuluh, Rumbai dan Rumbai Pesisir. 

 

Bagi mereka yang tercatat sebagai nelayan tangkap dan punya kartu nelayan, ada program asuransi. Apabila meninggal saat bekerja diberikan santunan sebesar Rp200 juta, cacat tetap dibantu sebesar Rp100 juta dan ada bantuan pengobatan sebesar Rp20 juta. "Program tersebut berasal dari Kementerian Perikanan untuk Dirjen Tangkap," tutup Helentina. (adv/distankan/kominfo)

 

 

 

 

 

 

 

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY