Periksa 50 Sarana, BBPOM Amankan 98,7 Persen Kosmetik Tanpa Izin Edar

Senin,20 November 2017 | 13:42:18 WIB
Periksa 50 Sarana, BBPOM Amankan 98,7 Persen Kosmetik Tanpa Izin Edar
Ket Foto : Kepala BPPOM Pekanbaru, Muhammad Kashuri ekspos pengungkapan berbagai jenis kosmetik yang tidak sesuai ketentuan.

PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru telah memeriksa 50 sarana distribusi kosmetik yang tersebar di Kota Pekanbaru.

Hasilnya petugas mengamankan 1.923 kemasan yang dikategorikan tidak memenuhi ketentuan. Dari jumlah tersebut sebanyak 98,7 persen kosmetik dinyatakan Tanpa Izin Edar (TIE) atau tidak memiliki izin edar dari BBPOM.

"Temuan ini dilakukan sejak tanggal 23 Oktober hingga saat ini masih berlangsung. Kita memeriksa sarana distributor, toko, salon. Kita periksa semua," ujar Kepala BBPOM Pekanbaru, Muhammad Kashuri pada Senin (20/11/2017) siang.

Selain menyita barang yang tak memiliki izin edar, petugas juga mengamankan 1,14 persen kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan 0,16 persen kosmetik yang telah kadaluarsa.

Untuk kosmetik yang berbahaya, Kashuri mencontohkan seperti adanya krim pemutih untuk wajah yang dicemari dengan bahan merkuri.

"Seperti pemutih tapi kalau memakainya berlebihan bisa memilki efek iritasi hingga kanker. Mengandung pewarna yang dilarang seperti perona wajah, lipstik dan lainnya.  Efek sampingnya hampir sama bisa menyebabkan kanker kalau berlebihan," katanya.

Kashuri menyebutkan, dari berbagai kosmetik yang diamankan tersebut sebagian barangnya diperoleh dari pelaku usaha yang menjualnya secara online.

"Pelakunya tidak ada yang diamankan, ini masih dalam pembinaan kita. Selama pelaku usaha masih dibina maka akan kita bina. Tapi kalau tak bisa maka akan kita proses hukum," ucapnya.

Sementara itu untuk pelaku usaha yang kedapatan telah melakukan aksi serupa lebih dari dua kali, akan dilakukan proses hukum oleh pihak kepolisian.

"Kebanyakan pada pelaku usaha online, dan ada yang lebih dari dua kali. Itu akan mendapat perhatian khusus. Nanti akan diputuskan melalui gelar perkara dengan penyidik," tegasnya.

Dengan maraknya peredaran kosmetik ini, pihak BBPOM mengimbau kepada konsumen untuk cerdas dalam memilih produk.

"Harapan kami untuk membeli kosmetik jangan tergiur indikasi penggunaan pemutih, beli di tempat yang resmi, masyarakat bisa instal aplikasi BPOM untuk mengecek barang tersebut apakah sudah ada izin edar dari BPOM atau tidak," imbaunya.(sya)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY