Jangkar: Omong Kosong Bicara Pariwisata, jika Infrastruktur Buruk

Dibaca: 115 kali  Minggu,26 November 2017 | 13:00:01 WIB
Jangkar: Omong Kosong Bicara Pariwisata, jika Infrastruktur Buruk
Ket Foto : Salah satu infrastruktur jalan di Pulau Rupat menuju Pantai Tj Medang. (Foto : ist)

PEKANBARU,jurnalmetronews.com - Masih banyaknya infrastruktur yang belum memadai dan perbaikan masih lamban, target untuk menjual pariwisata di Provinsi Riau masih dianggap khayalan dan jargon semata. 

 

Ditambah lagi konsep yang ditawarkan kepada publik masih dirasa hambar dan tidak tersampaikan.

 

Hal ini diungkapkan Ombak Saputra, Koordinator Jaringan Kedaulatan Rakyat (Jangkar) sehubungan dengan keinginan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk menggesa dari sektor pariwisata.

 

"Pertama tentu kita mengapresiasi jika ada keinginan Pemprov Riau menggenjot sektor pariwisata, ini tentunya akan berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi kerakyatan terutama pada masyarakat tempatan. Namun harus kongkrit dong, dengan ketersedian infrastruktur yang ada," ungkap Ombak Saputra Minggu siang (26/11/2017).

 

Karena dikatakan Ombak, kondisi infrastruktur seperti akses jalan yang akan dijual pesona wisatanya saat ini masih jauh dari layak jual. "Contohnya saja Pantai Tanjung Medang di Pulau Rupat itu sendiri, berlumpur dari tidak manusiawi sekali kondisi jalannya" terang Ombak.

 

Dan lanjut Ombak, banyak kondisi jalan yang tidak layak lalui itu sangat berpengaruh terhadap keinginan wisatawan berkunjung. "Jadi perbaiki dong kondisi itu," ujarnya.

 

Selain itu juga kritik Ombak, soal konsep promosi sampai sejauh ini masih dirasa hambar tidak tersampaikan secara massif.

 

Sebelumnya diberitakan anggota DPRD Riau dari Komisi V juga mengkritik soal konsep pemasaran soal sektor pariwisata ini. 

 

Dimana kegiatan digelar oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang menggelar konser band dari Jakarta untuk menyemarakan wisata di daerah perbatasan.

 

Tapi pertunjukan yang sifatnya kolosal dengan menghadirkan band Jamrud ke Riau dinilai kurang tepat. Selain itu juga, konser kolosal dengan band Jamrud itu dinilai kurang tepat untuk menyampaikan pesan budaya dan wisata.

 

"Kita mengapresiasi apa yang sudah di inisiasi oleh Kemenpar dalam agenda Riau menyapa dunia, namun ada beberapa saran sebagai masukan, yaitu terkait dengan sasaran dan target yang ingin dicapai" ungkap Ade Hartati dari Komisi 5 DPRD Riau Sabtu (25/11/2017). (rls/sya)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY