Usut Dugaan Persekusi Terhadap Viki, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan

Rabu,20 Desember 2017 | 17:03:23 WIB
Usut Dugaan Persekusi Terhadap Viki, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan
Ket Foto : Wahyu Viki (20) yang tewas setelah dihajar massa karena diduga sebagai pelaku begal.

PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan atas dugaan persekusi terhadap Wahyu Viki (20) yang tewas setelah dihajar massa karena dituduh begal.

Dalam penyelidikannya, polisi juga melihat video aksi main hakim sendiri yang dilakukan warga Desa Rimbo Panjang Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, secara beramai-ramai terhadap Viki, Sabtu (16/12/2017).

"Saya sudah beri tahu Kapolres dan Bupati Kampar, bahwa itu tidak bisa tolerir. Karena kalau tidak ditangani tentu tidak bagus. Ini agar tak terjadi lagi hal-hal yang tidak inginkan," kata Kapolda Riau Irjen Pol Nandang pada Rabu (20/12).

Dalam video yang telah beredar di media sosial itu, tampak Viki mengalami luka yang parah di bagian kepalanya hingga mengucurkan darah yang banyak.

Meskipun sudah dalam keadaan kritis, warga yang emosi tetap memaki serta menendang tubuh korban.

"Masing-masing pelaku kan punya peran, pasti ada komandan yang menggerakkan, tak mungkin mereka bergerak sendiri," ungkap Nandang.

Dalam hal ini, Nandang mengingatkan kepada masyarakat agar tidak bermain hakim sendiri. Menurutnya main hakim sendiri sangatlah tidak pantas dilakukan, mengingat Indonesia adalah negara hukum.

Oleh karena itu, apabila masyarakat menaruh curiga atau mendapati pelaku kejahatan lebih baik menghubungi aparat penegak hukum agar dapat diproses hukum.

"Main hakim sendiri itu merugikan masyarakat, bukannya berjasa. Mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatan yang melawan hukum. Yang boleh menjatuhi hukuman hanya hakim, apalagi ini baru diduga baru berupa fitnah, belum tentu kebebaran," tuturnya.

Dugaan persekusi tehadap Viki bermula ketika dia berada di  jalur II Jalan Raya Pekanbaru - Bangkinang, Sabtu lalu sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat itu warga yang curiga melihatnya berdiri di pinggir semak langsung menghampirinya. 

Mereka bertanya mengapa dia berdiri di semak yang gelap dan Viki menjawab kalau dia sedang menunggu temannya dengan gugup dan gelagat yang mencurigakan.

Tak percaya dengan omongan Viki, warga tetap mencecarnya dengan berbagai pertanyaan. Merasa tersudut, Viki pun berusaha pergi namun beberapa orang warga berteriak begal hingga mengundang perhatian warga lain.

Warga yang naik pitam mendengar kata begal langsung menangkap Viki dan menghajarnya beramai-ramai. Selain itu, warga juga membakar sepeda motor yang digunakan Viki.

Tak beberapa lama setelah Viki dihajar, mobil PJR Ditlantas Polda Riau yang sedang melintas di sekitar lokasi melihat kerumunan warga langsung menghampiri.

Melihat Viki tergeletak tak berdaya, polisi langsung mengevakuasinya ke Puskesmas terdekat. Tapi karena kondisinya sangat parah akhirnya dia dirujuk ke RS Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru.

Sesampainya disana, Viki dinyatakan telah meninggal dunia. Polisi pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi.

Jasad Viki pun akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan.(sya)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY