Gunakan Seragam TNI ke Pasar, WNA Akui Beli Baju di Internet

Minggu,24 Desember 2017 | 11:20:21 WIB
Gunakan Seragam TNI ke Pasar, WNA Akui Beli Baju di Internet
Ket Foto : Seorang WNA RRC yang sempat mengenakan pakaian menyerupai seragam TNI ke pasar.

KAMPAR, jurnalmetronews.com - Seorang pria berkewarganegaraan Republik Rakyat Cina (RRC), tertangkap kamera saat sedang belanja di pasar Ulul Albab, Jalan Pasir Putih, Kecamatan Siak Hulu, dengan mengenakan pakaian Tentara Negara Indonesia (TNI).

Hal itu diketahui melalui postingan Akbar Darmawan di akun media sosial Facebooknya.

Dalam postingannya tersebut, Akbar menyertai caption, "ngasi tau aja buat semuanya, tadi dapat kiriman dari sahabat jumpa tentara cina lengkap dengan seragamnya.. Lokasi Pasar Ulul Albab Jl. Pasir Putih Kab. Kampar... kira-kira ngapain ya".

Kapolres Kampar AKBP Deni Okvianto menyebutkan, setelah mengetahui adanya postingan tersebut, Kapolsek Siak Hulu, Kompol Vera Taurensa memerintahkan anggota untuk melakukan penyelidikan pada Sabtu (23/12/2017) siang.

"Didapat informasi bahwa WNA yang dimaksud bekerja di PT RPS Desa Baru, Kecamatan Siak Hulu," kata Deni pada Minggu (24/12/2017) siang.

Lalu bersama dengan Danramil 06 Siak Hulu, Kapten Hadi Prayetno, pihak kepolisian pun mendatangi perusahaan untuk menjumpai WNA itu.

Humas PT RPS, Zheng Guo Ren, membenarkan bahwa pria yang mengenakan pakaian menyerupai TNI itu memang karyawan di perusahaannya.

Pria itu diketahui berinisial TJ (37). Dia bekerja sebagai mekanik mesin.

"TJ membenarkan bahwa pada Minggu (17/12) lalu dia ke pasar dengan memakai baju itu," tutur Deni.

Baju tersebut dibelinya saat dia masih berada di China melalui internet dengan harga $60 atau sekitar Rp 120 ribu.

Selain itu dia tak mengetahui kalau baju yang pernah dikenakannya itu adalah baju yang dilarang digunakan selain anggota TNI. Bahkan dalam kesehariannya bekerja, TJ mengenakan baju tersebut.

Tak ingin kejadian serupa kembali terjadi, Danramil pun mengingatkan kepada pihak perusahaan untuk melarang karyawannya menggunakan pakaian menyerupai TNI.

Sementara itu, Kapolsek Siak Hulu juga menyampaikan kalau pakaian tersebut dilarang digunakan untuk menghindari penafsiran lain dari masyarakat.

"Pakaian tersebut agar tak dipakai lagi untuk menghindari salah penafsiran dan hal-hal yang tidak diinginkan," jelasnya.

Humas PT RPS pun meminta maaf atas kejadian ini dan berjanji akan mengawasi semua pekerja yang ada di PT. RPS supaya tidak terjadi kesalahan serupa dikemudian hari.(sya)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY