Ratusan Tahanan dan Narapidana Sialang Bungkuk Melarikan Diri

Polisi Sebut Sebagian Besar Berada di Aceh dan Medan

Jumat,29 Desember 2017 | 17:55:23 WIB
Polisi Sebut Sebagian Besar Berada di Aceh dan Medan
Ket Foto : Ratusan tahanan dan narapidana Sialang Bungkuk Melarikan diri pada Jumat (5/5/2017) lalu.

PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Hingga saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan pencarian terhadap ratusan tahanan dan narapidana Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Sialang Bungkuk yang melarikan diri pada Jumat (5/5/2017) lalu.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto. Dia mengatakan kalau tahanan dan narapidana yang belum tertangkap tersebut sebagian besar berada di Provinsi Aceh dan Medan, Sumatera Utara.

"Hasil sementara sebagian besar Aceh dan Medan, tapi tidak memungkinkan ada yang keluar dari Indonesia," ujar Santo saat press rilis akhir tahun di Mapolresta Pekanbaru, Jumat (29/12) siang.

Ia mengaku kalau pihaknya mengalami kesulitan untuk mencari tahanan dan napi yang melarikan diri tersebut lantaran masalah data diri mereka.

"Seminggu setelah kejadian kita sulit mendata berapa yang telah keluar (melarikan diri, red)," tuturnya.

Untuk melakukan pendataan tersebut, pihak kepolisian terpaksa harus membuka berkas penyidikan yang lama. Bahkan tak jarang penyidik yang menangani kasus tahanan dan napi yang melarikan diri ini telah pensiun dari tugasnya.

"Untuk mendata tersangka menjadi DPO harus buka berkas penyidikan bahkan penyidiknya ada yang sudah pensiun," ungkapnya.

Terlebih lagi mereka yang melarikan diri ini tersangkut kasus dalam narkoba dan tindak pidana umum.

"Yang kabur sebagian besar kasus narkoba, kalau narkoba dia menggunakan jaringan. Jadi sulit mencarinya," jelasnya.

Meskipun mengalami berbagai kesulitan, namun hal itu tak membuat pihak kepolisian menyerah. Polisi tetap melakukan pencarian dengan cara berkoordinasi ke Polda tetangga seperti Polda Sumatera Barat, Polda Lampung, Polda Aceh, Polda Sumatera Selatan dan Polda Sumatera Utara.

"Tapi ini tetap bergerak. Pencarian tahanan dan narapidana Sialang Bungkuk masih bekerja dan perlu ditangani oleh Polda samping. Banyak tahanan yang melakukan kejahatan di tempat lain dan di proses disana. Itu sedang kita cocokkan dengan Kanwil Kemenkumham Riau," tukasnya.

Untuk diketahui bahwa sebanyak 448 tahanan dan narapidana Rutan Sialang Bungkuk berhasil melarikan diri pada Jumat (5/5/2017) lalu. Peristiwa itu terjadi sebelum sholat Jumat berlangsung.

Hingga saat ini, masih ada sekitar 100-an tahanan dan narapidana yang masih berkeliaran di luar dan ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Adapun pemicu utama kaburnya ratusan tahanan itu karena kelebihan kapasitas (overload) yang mana seharusnya diisi oleh 400an orang malah diisi sebanyak 1.800an orang.

Selain itu masih ada masalah lainnya seperti maraknya aksi pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh petugas Rutan, perlakuan petugas, ketersediaan air bersih dan lainnya.

Untuk masalah dugaan pungli sendiri, Polda Riau telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka yakni T sebagai Kepala Pengaman Rutan serta dua stafnya MM dan RR. Saat ini kasus dugaan pungli tersebut tengah bergulir di meja hijau Pengadilan Negeri Pekanbaru.(sya)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY