Dibackup Mabes Polri, Polresta Pekanbaru Selidiki Pelaku Utama Peneroran Molotov

Jumat,29 Desember 2017 | 18:34:09 WIB
Dibackup Mabes Polri, Polresta Pekanbaru Selidiki Pelaku Utama Peneroran Molotov
Ket Foto : Teras rumah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Dinas Bina Marga, Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yakni Shanti Rahmayanti alias Shanti yang terkena bom molotov.

PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru masih melakukan penyelidikan terkait tiga dugaan kasus peneroran bom molotov yang terjadi di Kota Pekanbaru selama tahun 2017 ini.

Dalam penyelidikannya, Polresta Pekanbaru yang dibackup oleh Mabes Polri, hingga saat ini masih mencari siapa pelaku utama dari peneroran terhadap para pejabat tinggi di Pekanbaru itu.

"Ada empat tapi satu tidak dilaporkan. Hambatan terbesar minimnya saksi karena pelaku digerakkan oleh orang lain dan kita harus membuktikan siapa pelaku utamanya. Kita di backup Mabes Polri sebenarnya," ungkap Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto pada Jumat (29/12/2017) siang.

Tiga kasus bom molotov tersebut menyasar kepada Plt Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Pekanbaru Shanti Rahmayanti, pada Rabu (30/8/2017) lalu.

Dua bulan kemudian, peristiwa serupa menimpa rumah salah seorang anggota DPRD Riau Supriati, pada Selasa (3/10/2017) dini hari.

Tak lama setelah itu peneroran kembali menyerang rumah Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Pekanbaru Nurhasyim, di Komplek Utama Indah Rejosari, Jumat (13/10/2017) dini hari,  yang mana satu unit mobil miliknya yang terparkir di halaman rumah hangus terbakar.

Serangkaian penyelidikan telah dilakukan oleh polisi seperti melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara teliti, mendatangkan tim Puslabfor dari Medan dan memeriksa CCTV di sekitar lokasi.

Namun upaya tersebut belum menemukan titik terang untuk mengungkap siapa pelakunya.

"Olah TKP dilakukan secermat mungkin. Ada yang menggunakan minuman botol tertentu, menggunakan plastik. Dilakukan rata-rata malam hari menjelang subuh. CCTV yang diharapkan tidak dapat diolah secara digital forensik," tutup mantan Kapolres Lumajang ini.(sya)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY