Di Jepang, Pemberi Informasi Kasus Pembunuhan Diberi Hadiah

Sabtu,30 Desember 2017 | 14:55:00 WIB
Di Jepang, Pemberi Informasi Kasus Pembunuhan Diberi Hadiah
Ket Foto : Sumber: Tribunnews.com

TOKYO, jurnalmetronews.com - Sedikitnya 717 kasus pembunuhan di Jepang belum terpecahkan, pelaku pembunuhan hingga kini belum bisa ditemukan dan atau ditangkap.

Kasus pembunuhan di Jepang sekitar 20 hingga 50 kasus per tahun belum bisa terpecahkan, antara lain karena pelaku pembunuhan belum tertangkap.

Tiap tahun pula kasus pembunuhan yang terpecahkan, tertangani dengan baik dengan persentase sekitar 95 persen, artinya 5 persen tak terpecahkan.

Kalau saja 20 kasus (5 persen) tak terpecahkan, berarti ada 400 kasus pembunuhan per tahun di Jepang yang terpecahkan.

Lalu bagaimana kasus yang tak terpecahkan itu?

Tidak sedikit yang memberikan hadiah uang bagi pemberi informasi pembunuhnya.

Yang terbesar memberikan hadiah 20 juta yen untuk kasus pembunuhan yang terjadi 17 tahun lalu dan diperingati hari ini, Sabtu (30/12/2017).

Sebanyak 20 polisi berderet berbaris mengheningkan cipta dan memberikan karangan bunga di depan rumah korban, suami istri dan dua anaknya dibunuh namun pembunuhnya belum juga tertangkap hingga hari ini.

Kasus lain di Hachioji tanggal 30 Juli 1995, tiga karyawan supermarket, dua di antaranya kerja paruh waktu, ditembak dari jarak dekat dengan tujuan perampokan.

Hadiah 6 juta yen bagi yang memberikan informasi mengenai pembunuhnya yang sampai kini belum tertangkap.

Lalu kasus Yoyogi 1-chome di Tokyo bulan Desember 2007, polisi memberikan hadiah 3 juta yen bagi pemberi informasi pembunuh.

Jumlah yang sama 3 juta yen hadiah untuk kasus di Kanazawa, Nakamura kita 2-chome, Kakogawa Perfektur Hyogo pembunuhan terhadap 7 orang, pembunuhan di Shibamata 9 September 1996 dan sebagainya.

Beberapa kasus pembunuhan diduga kuat dilakukan kalangan mafia Jepang (yakuza) yang kemudian kabur ke luar negeri tidak ditemukan dan tidak kembali lagi ke Jepang.

Karena ada yang berubah jadi warga negara asing berkat banyak uang misalnya kabur ke Myanmar, bosnya Goto-gumi yamaguchigumi.

Sumber: Tribunnews.com

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY