Gubri Sebut Penekanan Angka Kemiskinan Tak Optimal Karena RTRW

Rabu,03 Januari 2018 | 12:22:11 WIB
Gubri Sebut Penekanan Angka Kemiskinan Tak Optimal Karena RTRW
Ket Foto : Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman. sumber: internet

 

PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman, menyebutkan bahwa penekanan terhadap angka kemiskinan di Provinsi Riau belum optimal disebabkan belum selesainya Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).

 

"Itu terjadi karena RTRW Riau belum selesai, sehingga berdampak pada tingkat investasi daerah yang masih rendah," kata Andi Rahman pada Selasa (2/1/2018).

 

Menurutnya triliunan dana investasi yang belum disahkan tersebut, dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha di berbagai sektor yang kemudian berdampak pada penyerapan tenaga kerja.

Selain masalah RTRW, Andi juga mengungkapkan kalau mis komunikasi soal penyajian data menjadi faktor lainnya.‎

Kurangnya ketersediaan lapangan kerja membuat angka pengangguran di Riau masih terbilang tinggi. Sementara jumlah penduduk di setiap tahunnya terus bertambah.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Riau, selama periode Maret 2016 hingga Maret 2017, angka penduduk miskin di daerah pedesaan sebanyak 16,92 ribu jiwa. Sedangkan di perkotaan, angka penduduk miskin mengalami kenaikan sebesar 16,13 persen.

 

"Soal tren pengangguran sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk. Angkanya masih tinggi walau jika kita lihat arahnya menurun. Ini karena perlambatan investasi sebab RTRW Riau," ujarnya.(sya)‎

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY