Dalam Setahun, Ada 12 Kali Konflik Binatang Buas dengan Manusia di Riau

Kamis,04 Januari 2018 | 10:58:10 WIB
Dalam Setahun, Ada 12 Kali Konflik Binatang Buas dengan Manusia di Riau
Ket Foto : Ilustrasi. sumber: internet

PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Dalam kurun waktu tahun 2017, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menghimpun ada 12 kali peristiwa terkait penyerangan binatang buas terhadap manusia di Riau.

 

"Ada 12 konflik satwa di Provinsi Riau yang pernah terjadi tahun 2017. Satu lagi pada Januari tahun 2018," ungkap Kasubbag Humas BKSDA Riau, Dian Indiarti pada Kamis (4/1/2018) pagi.

 

Menurut data yang diterima dari BKSDA Riau, konflik terjadi di wilayah Tapung, Kabupaten Kampar. Penyerangan dilakukan oleh gajah liar sebanyak dua kali yang menyerang perkebunan warga.

 

Kemudian konflik antara gajah liar dengan manusia terjadi di daerah Duri-Bengkalis sebanyak dua kali. Nahasnya, peristiwa yang terakhir memakan korban satu orang yang meninggal dunia.

 

Tak beberapa lama kemudian, kembali gajah liar menyerang pemukiman warga di daerah Kecamatan Kelayang, Kabupaten Inhu sebanyak satu kali penyerangan.

 

Lalu konflik antara beruang di daerah Kampar sebanyak dua kali. Terkahir kali satwa tersebut menyerang pasangan suami istri (pasutri) yang sedang menyadap karet. Akibatnya istri bernama Bunai (45) meninggal dunia sementara suami Saruli (60) mengalami kritis.

Berlanjut konflik antara beruang di derah Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis sebanyak satu kali. Konflik buaya di daerah Pekanbaru satu kali. Konflik buaya di daerah Dumai satu kali. Serta konflik buaya senyulong di Duri satu kali.

 

Dan yang terakhir konflik antara harimau dengan pekerja kebun PT THIP bernama Jumiati di Kabupaten Inhil, pada Rabu (3/1/2018) lalu. Akibat penyerangan itu, korban meninggal dunia dan mengalami luka cakar serta bagian tubuh yang tak utuh lagi.(sya)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY