Setelah Digeledah, Polda Riau Pasang Garis Polisi di Kantor Joe Pentha Wisata

Kamis,04 Januari 2018 | 19:50:54 WIB
Setelah Digeledah, Polda Riau Pasang Garis Polisi di Kantor Joe Pentha Wisata
Ket Foto : Pihak kepolisian memasang garis polisi (police line) di kantor Joe Pentha Wisata (JPW) pada Kamis (4/1/2018) siang.

 

PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Pasca penggeledahan di kantor Joe Pentha Wisata (JPW) di Jalan Panda, Kecamatan Sukajadi, pada Kamis (4/1/2018) siang, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau langsung memasang garis polisi (police line) pada bangunan tersebut.‎

 

‎Pemasangan garis polisi dilakukan karena kantor yang terdiri dari tiga lantai dengan nomor rumah 45/27 tersebut dalam penyidikan pihak kepolisian.

 

Menurut pantauan, usai melakukan penggeledahan di setiap ruangan pada bangunan tersebut, polisi menyita ratusan dokumen milik jemaah JPW dan beberapa kain ihram yang digunakan untuk umroh.‎

 

Penggeledahan itu sendiri berlangsung sekitar dua jam lamanya dan dihadiri langsung pemilik JPW yakni MYJ yang telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penggelepan biaya umroh ini.‎

 

Penasehat hukum tersangka yakni Dr Fahmi, SH., MH mengatakan, bahwa clientnya menghormati proses hukum yang saat ini menjeratnya.

 

"Client kita menghormati proses hukum dan kooperatif. Bahkan tadi dia yang menunjukkan dokumen-dokumen," kata Fahmi pada Kamis siang.‎

‎Namun saat ditanyakan alasan dua kali tersangka mangkir dari panggilan penyidik, Fahmi mengungkapkan kalau saat itu tersangka sedang mencari investor.‎

 

"Bukan tidak mau datang, tapi client saya hingga saat ini sedang mencari investor yang mau membeli aset untuk mengembalikan uang para jemaah," ungkapnya.

 

Lebih lanjut Fahmi menjelaskan, gagalnya keberangkatan ratusan jemaah yang telah mendaftar di JPW tersebut, salah satunya dikarenakan pihak maskapai Air Asia membatalkan penerbangan 6.000 set tiket yang telah dipesan sehingga pihak travel mengalami kerugian Rp 6 miliar.

 

"Karena proses berangkatnya dari Indonesia ke Kuala Lumpur (Malaysia). Yang tiket domestik akhir tahun delay (ditunda) jadi disana (Kuala Lumpur) langsung hangus," jelasnya.

 

Atas kerugian tersebut, pihak MYJ pun akan mengajukan gugatan dan sudah melaporkan ke pihak kepolisian Diraja Malaysia.‎

 

"Yang anehnya yang gak delay itu 200 tiket tapi yang hangus itu 6.000. Kita sudah laporkan ke polisi diraja Malaysia dan akan segera kita gugat kesana," tukasnya.(sya)‎

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY