PT THIP Berikan Bantuan kepada Korban yang Diserang Harimau

Jumat,05 Januari 2018 | 13:34:18 WIB
PT THIP Berikan Bantuan kepada Korban yang Diserang Harimau
Ket Foto : Pihak PT THIP memberikan keterangan terkait konflik dengan Harimau di areal perkebunan perusahaan.

PEKANBARU, jurnalmetronews.com - PT ‎THIP (Tabung Haji Indo Plantion) menyatakan, pihaknya telah memberikan bantuan kepada Jumiati yang meninggal dunia setelah diserang Harimau Sumatera saat sedang bekerja bersama ‎2 rekannya di KCB 76 Blok 10 Afdeling IV Eboni State PT THIP, pada Rabu (3/1/2018) siang.

 

"Secara prinsip perusahaan akan bertanggung jawab sepenuhnya atas hak-hak yang melekat kepada karyawan yang menjadi korban," ungkap Dani Moeldoko selaku Social Security License and Legal PT THIP, Jumat (5/1/2018) siang.

 

Lebih lanjut Dani mengatakan, bantuan yang diberikan seperti biaya uang duka, pemakaman dan lainnya. "‎Hak-hak yang menurut peraturan, ini masih menunggu keluarganya sampai ke tempat kami. Seperti pengantaran, pemakaman, uang duka kepada suami dan pamannya," tuturnya.

 

Selain memberikan bantuan kepada keluarga korban yang meninggal dunia, pihak perusahaan juga memberikan bantuan kepada dua korban lainnya yang juga berada di lokasi saat tewasnya J. Namun mereka berhasil menyelamatkan diri dengan cara memanjat pohon.

 

"Kemudian ada korban lain yang selamat yaitu dua orang ini, perlakuan kami dari tim HRD langsung mendatangi keluarga yang bersangkutan untuk memberikan hiburan dan membantu menghilangkan traumanya," sebutnya.

 

Menurut Dani, sejak berdirinya PT THIP yang dulunya bernama PT Tabung Haji pada tahun 1998, baru kali ini terjadi konflik antara binatang buas dengan pekerjanya hingga mengakibatkan pekerjanya tewas.

 

"Sejak tahun 1998, THIP berdiri baru kali ini ada insiden, kami berbatasan dengan HTI dan SM Kerumutan. Biasanya kalau ada aktifitas panen kemungkinan dia (harimau Sumatera)  terganggu," tukasnya.

 

Disampaikan Dani, jauh sebelum kejadian ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BKSDA termasuk kepada aparat keamanan terdekat. 

 

"Perlu disampaikan untuk menghindari, kami cukup hati-hati dan cukup aktif memberikan arahan informasi kepada karyawan di lapangan bahwa sejak setahun terakhir pada Desember 2016 sudah aktif ada Harimau," ujarnya.

 

Di pertengahan Mei 2017, pihak perusahaan terus aktif memberikan informasi dan safety di lapangan dengan tak mengizinkan bekerja sendiri. 

 

PT THIP juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk dilakukan translokasi pada awal bulan Januari. "Sekitar 4 Januari, dilakukan rapat koordinasi di BKSDA yang melibatkan pihak terkait termasuk PT THIP, karena Harimau juga terlihat di lokasi perkebunan kami," ujarnya.

 

Direncanakan 8 Januari, tim akan diberangkatkan. "Tapi malang sebelum melakukan translokasi terhadap Harimau sudah terjadi insiden," tutupnya. (sya)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY