Linglung saat Tiba di Bandara SSK II

Terkait TKA Asal China, Kadiv Imigrasi : Kalau tak Beres Kita Pro Justitia atau Deportasi

Selasa,09 Januari 2018 | 15:14:11 WIB
Terkait TKA Asal China, Kadiv Imigrasi : Kalau tak Beres Kita Pro Justitia atau Deportasi
Ket Foto : Kadiv Imigrasi, Kanwil Kemenkumham Riau, M Surya Pranata/Foto : jurnalmetronews.com

PEKANBARU,jurnalmetronews.com - Tenaga Kerja Asing yang diamankan Imigrasi diberi waktu hingga 16 Januari untuk melengkapi dokumen.

Mereka diduga akan bekerja di salah satu perusahaan sub kontraktor di Kabupaten Siak. Hal itu disampaikan Kepala Divisi (Kadiv) Imigrasi, Kantor Wilayah Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum Ham) Riau, M Surya Pranata, Senin (8/1/2018).

"Jika hingga 16 Januari mereka tak melengkapi dokumen yang diminta, maka dilarang bekerja. Kalau tidak beres juga akan kita pro justicia atau di deportasi," kata M Surya Pranata.

Awalnya, yang diamankan 17 orang, satu orang wanita. Mereka kebingungan dan tak bisa berbahasa Inggris dan Indonesia, hanya bisa berbahasa Mandarin. Setelah diperiksa dokumennya, mereka hanya mengantongi visa kunjungan.

Diduga mereka hendak bekerja di perusahaan subkontraktor yang berada di Kabupaten Siak. Hasil pemeriksaan, diketahui sebanyak 8 orang sudah pegang Kitas (Kartu izin tinggal sementara) sudah bekerja, sedangkan sisanya masih diamankan dan menunggu proses administrasi pemberkasannya selesai.

Disampaikan, Kadiv Imigrasi, petugas Imigrasi Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, mengamankan sekitar 17 Warga Negara Asing (WNA) asal China yang kebingungan setibanya di bandara Internasional tersebut. 

Diduga sponsor mereka yang menunggu di Pekanbaru terlambat menjemput, namun karena petugas tak bisa berbahasa Mandarin, akhirnya belasan WNA tersebut diamankan untuk sementara.

Seperti diketahui, Humas PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP), Armadi membantah belasan TKA yang diamankan, sebagai karyawan perusahaan PT IKPP. Disampaikannya, mereka bekerja di PT Victory yang mengerjakan electrical instrument.

Perusahaan tersebut merupakan sub kontraktor PT Sandong yang mengerjakan Multi Boiler (MB) 26. "Belum tahu maksud kunjungannya. Kalau masuk ke tempat kita harus melalui persyaratannya," ujar Armadi, baru-baru ini. Terkait persoalan itu, pimpinan PT IKPP telah meminta penjelasan dari PT Victory. (sya)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY