Hakim Vonis Admin Grup Saracen Selama 2 Tahun 8 Bulan Penjara

Kamis,11 Januari 2018 | 16:00:19 WIB
Hakim Vonis Admin Grup Saracen Selama 2 Tahun 8 Bulan Penjara
Ket Foto : Harsono 'admin grup saracen' saat menjalani sidang perdana pada Senin (6/11/2017) lalu.

PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, yang diketuai oleh Hakim Martin Ginting, memvonis admin grup Saracen, Harsono selama 2 tahun 8 bulan kurungan penjara.

Hal itu diungkapkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Sukatmini usai persidangan."Udah vonis tadi, 2 tahun 8 bulan (penjara)," ungkapnya pada Kamis (11/1/2018) sore.

Sukatmini menyebutkan majelis hakim menilai bahwa Harsono telah terbukti melanggar Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang (UU) RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE."Dia dikenakan pasal pertama yang Pasal 45," sebutnya.

Harsono sendiri telah menjalani sidang perdana pada Senin (6/11/2017) lalu. Dalam dakwaannya, dua orang Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni M Yusuf dan Sukatmini menyebutkan bahwa terdakwa dengan sengaja dan tanpa hak menyebarluaskan informasi mengenai Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

"Bahwa terdakwa Harsono pada bulan April 2015 sampai Agustus 2015 di suatu tempat di rumahnya Jalan Bawal, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, atau di suatu tempat yang di wilayah hukum Pengadilan Negeri Pekanbaru dengan sengaja dan tanpa hak telah menyebarkan informasi berbau SARA," ujar Jaksa saat itu.

Pada bulan April hingga Agustus 2015, Harsono membuat sebuah postingan di akun Facebook miliknya dengan user name 'Harsono Abdullah'.

Dalam postingannya itu, Harsono memposting gambar Presiden Joko Widodo dan mengajak seluruh organisasi mahasiswa untuk bergabung dalam aksi serentak pada 20 Mei dengan agenda penurunan Jokowi sebagai presiden.

"Bahwa terdakwa dengan sengaja menunjukkan rasa kebenciannya berdasarkan diskriminasi. Menyebarluaskan di tempat umum yang dapat dilihat oleh orang umum," katanya.

Atas perbuatannya tersebut, Harsono didakwa dengan Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat (2)  Undang-Undang (UU) RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE atau  Pasal 16 Jo Pasal 4 huruf b angka 1 UU RI Nomor 20 Tahun 2008 tentang Deskriminasi jo Pasal 156 KUHP dan Pasal 207 KUHP.

Di depan Majelis Hakim, terdakwa yang ditangkap di rumahnya pada tanggal 30 Agustus 2017 lalu mengakui perbuatannya tersebut.(sya)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY