Ketahuan Selingkuh, Istri Kedua dan Anak Nekat Aniaya Suami Hingga Tewas

Sabtu,13 Januari 2018 | 16:57:37 WIB
Ketahuan Selingkuh, Istri Kedua dan Anak Nekat Aniaya Suami Hingga Tewas
Ket Foto : Kapolresta Pekanbaru kunjungi SR dan anaknya AD yang telah menganiaya Am (64) hingga tewas.

PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Seorang pria berinisial Am (62) meninggal dunia setelah dianiaya oleh istri keduanya SR (44), anaknya AD (23) dan empat orang lainnya yakni YD (19), ES (17), Al (20) dan W (19).

Penganiayaan tersebut bukanlah tanpa sebab dilakukan oleh SR. Ia terbakar api cemburu lantaran suaminya itu tertangkap basah sedang selingkuh dengan seorang wanita BL (29) di bengkel milik korban Jalan Kubang Raya, Kelurahan Tuah Madani, Kecamatan Tampan pada Sabtu (13/1/2018) sekitar pukul 00.30 WIB.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal tersebut.

"Benar. Korban digerebek oleh istrinya tersebut sedang berduaan dengan wanita lain di sebuah kamar di lantai dua bengkel korban tanpa menggunakan pakaian," kata Santo pada Sabtu sore.

Tak kuasa melihat perbuatan suaminya itu, korban pun menganiayanya diduga dengan cara mengikat kaki dan tangan korban dengan tali plastik serta memukulnya.

"Setiap pelaku mempunya perannya masing-masing," tuturnya.

Adapun peran dari SR ialah yang memukul suaminya, YD berperan mencekik dan mengikat korban, ES memvideokan penggerebekan tersebut, Al mengawasi di lantai bawah dan menyenter, anak tiri korban AD berperan mendobrak pintu serta W berperan menahan dan memegangi tangan korban.

Polsek Tampan yang mengetahui kejadian itu langsung menuju lokasi dan mengamankan para pelaku. Sementara korban sempat dibawa ke RS Jiwa Tampan namun sesampainya disana nyawanya tak dapat tertolong lagi.

"Mereka semua sudah diamankan di Mapolsek Tampan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk diotopsi," sebut Kapolresta.

Sementara itu, polisi hingga saat ini masih melakukan penyelidikan terkait dugaan persekusi terhadap korban."Masih kita dalami dengan melihat video yang direkam saat penggerebekan," katanya.(sya)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY