Agenda Pembacaan Duplik, Kuasa Hukum Poniman Berharap Hakim Adil

Senin,15 Januari 2018 | 22:36:04 WIB
Agenda Pembacaan Duplik, Kuasa Hukum Poniman Berharap Hakim Adil
Ket Foto : Poniman terdakwa dalam kasus dugaan pemalsuan SKGR tanah diadili di Pengadilan Negeri Pekanbaru.

‎PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Sidang dugaan pemalsuan Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) lahan di Jalan Pramuka, Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai, dengan terdakwa bernama Poniman (46) kembali digelar di Pengadilan Negeri Pekanbaru pada Senin (15/1/2018) dengan agenda pembacaan duplik oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pekanbaru.

Dalam pembacaan duplik yang dibacakan oleh JPU Erick, Jaksa Penuntut telah mengatakan bahwa bukti permulaan atas dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Poniman telah cukup. ‎Selain itu, penyidikan terhadap Poniman telah memenuhi syarat formil maupun materil. 

‎Atas dasar tersebut, jaksa meminta kepada majelis hakim yang dipimpin oleh hakim Fatimah SH, ini agar dapat ‎melanjutkan perkara Ponima‎n dan menyatakan surat dakwaan yang dibuat oleh JPU sah menurut hukum sertaa menolak eksepsi dari Poniman.

Menanggapi jawaban dari jaksa tersebut, kuasa hukum Poniman yakni Augustinus Hutajulu, SH CN, M.Hum meminta agar majelis hakim adil dalam mengadili perkara ini lantaran status Poniman sebagai tersangka telah dinyatakan tidak sah oleh hakim melalui proses pra peradilan.

"‎Terdakwa adalah tersangka yang dibawa ke pengadilan untuk diadili dan selanjutnya. Ini menjadi titik awal masalah apakah client saya seorang tersangka?" ‎tanya Augus usai persidangan tersebut.

Augus mengungkapkan ‎bahwa dalam putusan pra peradilan Nomor : 27/Pid.Prap/2017/PN.PBR tanggal 20 Desember 2017, hakim telah menerima permohonan Poniman sebagian.

Menyatakan bahwa surat dakwaan Nomor PDM-97/Pekkan/12/2017 tertanggal 18 Desember 2017 dan berkas perkara Nomor BP/174/XI/2017/Reskrim tanggal 10 November 2017 adalah cacat menurut hukum dan karenanya batal demi hukum.

Selain itu hakim juga menyatakan tindakan penangkapan dan penahanan atas diri Poniman adalah tidak sah secara hukum karena melanggar ketentuan perundang-undangan.

‎"Kita nunggu putusan dan saya percaya hakim adil dan justru itu kita minta keadilan kepada mereka," tukas Augus.

Dalam perkara ini, Poniman diduga terlibat dalam dugaan kasus pemalsuan SKGR dan bekerja sama dengan tiga mantan lurah di Pekanbaru yakni Gusril, Fadliansyah dan Budi Marjohan serta pengacara Agusman Idris yang telah terlebih dahulu diadili di PN Pekanbaru.(sya)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY