Mantan Kepala Bappeda Rohil Dijatuhi Hukuman 2 Tahun Penjara

Rabu,17 Januari 2018 | 22:29:58 WIB
Mantan Kepala Bappeda Rohil Dijatuhi Hukuman 2 Tahun Penjara
Ket Foto : Majelis hakim pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru menjatuhi hukuman 2 tahun penjara terhadap Wan Amir Firdaus.
PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, menjatuhkan hukuman kurungan penjara selama 2 tahun kepada Wan Amir Firdaus, mantan Kepala Badan Pendapatan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Rokan Hilir.
 
Dia terbukti bersalah melakukan korupsi anggaran di Bappeda Rohil yang merugikan negara sebesar Rp1,826 miliar.
 
Selain menjatuhi hukuman penjara, Wan Amir juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp200 juta subsider enam bulan kurungan.
 
Hakim menilai bahwa mantan Asisten II Setdaprov Riau tersebut, telah melanggar pasal subsider yakni Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sesuai dengan dakwaan yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
 
"Menjatuhi pidana penjara selama 2 tahun dan denda sebesar Rp200 juta apabila tidak dibayar diganti dengan kurungan 6 bulan penjara," kata Hakim Ketua, Bambang Myanto membacakan amar putusannya pada Rabu (17/1/2018) malam.
 
‎Selain itu, Wan Amir juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 1.826.313.633 atas kerugian negara yang ditimbulkan akibat perbuatannya tersebut.
 
"Membayar uang pengganti Rp 1.826.313.633 yang pembayarannya dengan mengkompensasikan Rp 1.826.313.633 yang dititipkan kepada Kejari Rohil. Apabila tidak membayar dalam satu bulan setelah diputus pengadilan maka harta bendanya akan dilelang jaksa untuk mengganti uang tersebut. Kalau tidak mencukupi akan dipidana penjara selama 1 tahun," tegas Hakim.
 
Hukuman terhadap Wan Amir tesebut lebih ringan dari tuntuan JPU Fatharany dan Sugandi, yang sebelumnya menuntut dia dengan 3 tahun penjara, denda Rp200 juta atau subsider 3 bulan kurungan.
 
‎Terpisah, Edy Sugandi menyebutkan kalau kerugian negara tersebut telah dikembalikan oleh Wan Amir kepada Kejari Rohil. Dari hasil pemeriksaan, uang itu digunakan Wan Amir untuk membeli barang-barang bermerk seperti tas dan sepatu.
 
‎Berbeda dengan atasannya, majelis hakim menjatuhi hukuman kurungan penjara selama 1 tahun 4 bulan terhadap tiga orang bawahan Wan Amir yakni Rayudin selaku Bendahara Pengeluaran tahun 2010-2011, Suhermanto selaku Bendahara Pengeluaran 2010 dan Hamka selaku Bendahara Pengeluaran 2011.
 
‎"Menjatuhkan pidana kurungan penjara selama 1 tahun 4 bulan dan denda Rp50 juta dengan ketentuan bila tidak dibayar diganti kurungan 1 bulan," ujar Bambang.
 
‎Ketiganya terbukti melanggar Pasal 3 UU 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.
 
‎Adapun yang menjadi pertimbangan memberatkan sehingga majelis hakim menjatuhi hukuman terhadap ketiganya, karena mereka tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, memperkaya diri sendiri dan orang lain dan mengakibatkan kerugian negara.
 
Sedangkan pertimbangan yang meringankan karena mereka belum pernah dipidana, bersikap sopan selama persidangan dan mempunyai tanggungan terhadap keluarga.
 
Korupsi ini terkuak ketika Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan sejumlah transaksi yang masuk dan keluar di rekening Wan Amir Firdaus sebesar Rp17 miliar lebih. Uang itu diduga berasal dari proyek fiktif di Bappeda Rohil.
 
Selain itu, baru-baru ini penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau juga sudah menetapkan satu tersangka baru berinisial LH yang pada saat itu menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).
 
LH yang saat ini berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Rohil ini sudah ditahan di Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru pada Selasa (16/1/2018) lalu.(sya)
Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY