Ratusan Sopir Taksi Online Demo di DPRD Riau

Senin,05 Februari 2018 | 13:56:57 WIB
Ratusan Sopir Taksi Online Demo di DPRD Riau
Ket Foto : Demo sopir taksi online sambil membawa spanduk di depan pagar DPRD Riau, Jalan Sudirman, Senin (5/2/2018).

PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Ratusan sopir taksi online demo di DPRD Riau, Senin (5/2/2018). 

Aksi demo itu mengakibatkan kemacetan panjang di Jalan Jenderal Sudirman. Para sopir taksi online menuntut penyelesaian kekerasan terhadap mereka agar diselesaikan. Selain itu, Peraturan Menteri (Permen) Nomor 108 agar tak diberlakukan. 

Dikatakan salah seorang sopir taksi online, Safrudin (59), pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), sesama sopir taksi online yang merupakan kerja ada mendapatkan kekerasan dari sopir lain yang merupakan taksi konvensional. 

"Alasannya untuk mencari tambahan hidup. Sebagai pensiunan PNS, pekerjaan ini sangat membantu untuk menambah kehidupan," kata Safrudin.

Masyarakat juga terbantu, karena harganya juga terjangkau. Oleh karena itu, sopir taksi online menuntut supaya Permen Nomor 108 jangan diberlakukan, karena dinilai sangat memberatkan. 

"Belum tau ada kuotanya. Ditinjau kembali lah, sedangkan para penumpang yang pernah naik mengatakan sangat terbantu dengan adanya Gocar. Kami dari ekonomi menengah ke bawah naik kendaraan lain belum mampu," ungkapnya.

Selain itu berbagai permasalahan yajg dihadapi sopir taksi online juga disampaikan kepada DPRD Riau, yakni pertama pemukulan sopir taksi online oleh taksi konvensional. Kedua, pengeroyokan di Mal SKA oleh driver taksi pada 20 Agustus lalu. Ketiga, tindakan penahanan kendaraan online oleh Puskopau yang mana unit ini telah disita. "Kembalikan mobil kami," ujar para sopir taksi online.

Keempat, tindakan pengrusakan mobil online. Kelima, penjebakan driver online di Transmart Pekanbaru, hal itu belum lagi intimidasi dan pengancaman Srikandi di bandara padahal menjemput keluarga dalam keadaan offline.

Ketujuh, pencabutan atribut paksa driver online. Kedelapan, kejadian pencegatan, intimidasi, percobaan perampasan yang berujung pemukulan di Bandara SSK II Pekanbaru.

Terkait hal itu, para sopir taksi online meminta DPRD memangil instansi terkait. Hal itu untuk menjawab keresahan sopir online agar dapat bekerja dengan tenang.

"Segera pertemukan pihak driver dengan taksi online, Organda, Angkasa Pura untuk mediasi mekanisme penjemputan offline terkhususnya keluarga dan kerabat dekat di SSK II," ujar sopir taksi online. (red)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY