Kebutuhan Kesehatan Tinggi

Wako Pekanbaru Wujudkan Mimpi Masyarakat Punya RSD Madani

Jumat,09 Februari 2018 | 13:17:08 WIB
Wako Pekanbaru Wujudkan Mimpi Masyarakat Punya RSD Madani
Ket Foto : Walikota Pekanbaru, Firdaus memotong pita saat soft launching Rumah Sakit Daerah Madani Kota Pekanbaru, 26 Januari 2018 lalu.

PEKANBARU,jurnalmetronews.com- Kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan dalam hal rujukan cukup tinggi, sedangkan Kota Pekanbaru belum punya rumah sakit daerah. Atas dasar itu, Walikota Pekanbaru, DR H Firdaus, ST, MT mencanangkan
pembangunan Rumah Sakit Daerah Madani Pekanbaru yang ramah lingkungan atau green hospital.

 

Di awali pada Tahun 2013, saat Menteri Kesehatan (Meknkes) RI, Nafsiah Mboi datang ke Pekanbaru. Di sana, Walikota Pekanbaru menyampaikan tentang rencana membangun rumah sakit green hospital. 

 

Awalnya, Walikota Pekanbaru, meminta bantuan pembangunan rumah sakit, namun Menkes menyampaikan, fisik rumah sakit diserahkan ke pemerintah daerah. Untuk mengisi peralatannya, bisa diusulkan ke Kementerian Kesehatan, sehingga pembangunan rumah sakit digesa, sambil berjalan diusulkan peralatan-peralatan
yang ada ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

 

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Plt Kadiskes) Kota Pekanbaru, dr Zaini Rizaldi mengatakan, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) memang sudah ada, tapi hanya memberikan pelayanan kesehatan dasar. 

 

Sementara, jika tak mampu ditangani Puskesmas, pasien dirujuk ke rumah sakit. "Kalau dirujuk, kita belum punya rumah sakit Pemerintah Kota Pekanbaru, jika dirujuk ke RSUD Arifin Achmad itu punya pemerintah provinsi. Otomatis, akan kesulitan terkait
dengan koordinasi, apalagi menyangkut masyarakat miskin, karena di sana ada aturan-aturan," ujar Plt Kadiskes Kota Pekanbaru.

 

Sejak itulah, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dalam hal ini Walikota Pekanbaru, DR Firdaus, ST, MT mencanangkan membangun fasilitas kesehatan Rumah Sakit Madani Pekanbaru, sebagai rumah sakit rujukan. Pembangunan Rumah Sakit Daerah Madani Pekanbaru Kelas C dianggarkan di Dinas Kesehatan sejak tahun 2014 di Jalan Garuda Sakti Km 2, Kelurahan Bina Widya, Kecamatan Tampan.

 

Pembangunan rumah sakit ini dilaksanakan secara multiyears. Artinya, tak selesai dalam satu tahun anggaran dan berkelanjutan. Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) multiyears tersebut, pembangunan Rumah Sakit Daerah Madani Pekanbaru
ditargetkan selesai hingga Tahun 2016. "Seharusnya di tahun 2016 memang sudah selesai. Rencananya, tahun 2017 dioperasionalkan," kata dr Zaini Rizaldi.

 

Tetapi, karena satu dan lain hal, yakni terjadinya pengurangan anggaran dari pemerintah pusat dan keterbatasan anggaran Pemko, anggaran multiyears tak mencukupi untuk pembangunannya, sehingga terpaksa dibuat adendum dengan merubah kontrak sesuai
dengan anggaran tersedia. Hasil akhir pada Tahun 2016, kondisi fisik Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Kota Pekanbaru sekitar 82 persen.

 

Diskes Pekanbaru telah mengusulkan kembali anggaran pada tahun 2018 ini. "Tahun kemarin (2017, red) juga ada pengusulan.Namun, kegiatan ini, tak langsung bisa diselesaikan, karena anggaran di awal diperkirakan sekitar Rp90 miliar. Ada pengurangan anggaran dari pusat dan APBD kita, sehingga terealisasi Rp66
miliar," ucap Zaini.

 

Keterbatasan anggaran, menyebabkan Rumah Sakit Daerah Umum Madani Pekanbaru belum dioperasionalkan pada Tahun 2017. Ternyata, dengan pembangunan rumah sakit tersebut, ungkap Plt Kadiskes, masyarakat berharap banyak supaya segera dioperasionalkan, karena kebutuhan masyarakat tinggi. "Atas dasar itu, kami melapor kepada pak Walikota, kemudian pak Wali mengarahkan Diskes segera mengoperasionalkan rumah sakit tersebut, walaupun sifatnya bukan operasional seperti selayaknya memang sudah selesai seratus persen," kata Zaini. 

 

Ditambah lagi, kenapa rumah sakit itu harus segera dioperasionalkan, padahal belum siap seratus persen. Hal itu, karena Pemko berharap pembangunan dan pengisian sarana serta prasarana Rumah sakit Daerah Madani Pekanbaru, bukan hanya dari anggaran Pemko, tetapi juga dari Pemerintah Provinsi(Pemprov) dan Pemerintah Pusat. 

 

Sementara, Pemprov maupun pemerintah pusat baru bisa memberikan bantuan, jika rumah sakit tersebut teregistrasi, yakni sudah masuk dalam database Kemenkes atau tercatat, bahwa di Kota Pekanbaru ada Rumah Sakit Daerah Madani.

 

Disampaikan Plt Kadiskes, persyaratan mendaftar atau agar rumah sakit itu teregistrasi, salah satunya harus beroperasional dulu, apabila belum beroperasi, maka belum bisa didaftarkan. Untuk proses registrasi membutuhkan waktu 3 sampai 6 bulan.
"Makanya, pak Wali mengarahkan supaya sesegera mungkin," ucapnya.

 

Walikota Pekanbaru, DR Firdaus, ST, MT meresmikan soft opening Rumah Sakit Madani Kota Pekanbaru, pada 26 Januari 2018. Artinya, bukan dibuka secara besar-besaran. Di Tahun ini, Pemko fokus menyelesaikan fisik yang ada, selain itu ada pengadaan 110 tempat tidur bagi pasien.

 

Sejak dibuka, Rumah Sakit Madani mempunyai 13 pelayanan, di antaranya, pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD),klinik umum,rawat inap,laboratorium sederhana sebagai penunjang, dan ada beberapa klinik spesialis. 

 

Klinik spesialis yang dibuka ada 8 jenis, di antaranya, kebidanan, anak, spesialis paru-paru,jantung, urologi (saluran kencing), gigi, THT, bedah plastik, akupressure (totok urat
syaraf). "Jadi tiga belas pelayanan itu yang dimaksimalkan,"
kata Zaini. 

 

Atas kebijakan dari Walikota Pekanbaru juga sambil menunggu disusunnya pola tarif rumah sakit. Walikota mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwako) tentang Pelayanan Gratis di Rumah Sakit Daerah Madani, sampai ada perda yang menggantikannya.
Pelayanan gratis ini, khusus diperuntukkan bagi masyarakat Pekanbaru. Tetapi, jika ada masyarakat yang di luar Pekanbaru, yakni dari kabupaten tetangga, tetap bisa dilayani dalam hal Emergency.  "Kalau Emergency dilayani secara gratis. Syaratnya, melampirkankartu tanda penduduk dan kartu keluarga," kata Zaini.

 

Tenaga pegawai yang ditempatkan di rumah sakit ada 91 orang, terdiri dari berbagai macam kompetensi, seperti dokter, perawat, analis, bidan. Termasuk juga ada yang di luar non teknis medis. Seperti, lulusan ekonomi untuk tata usaha dan keuangan serta yang lainnya. Sejak dibuka, sudah banyak masyarakat yang memanfaatkannya, rata-rata 10 orang per hari sejak 26 januari 2018 lalu. 

 

Namun demikian, walaupun sudah beroperasi, Plt Kadiskes menyampaikan, kebutuhan rumah sakit itu masih besar untuk mencapai normal, jika dihitung-hitung kebutuhannya mencapai Rp100 miliar lebih. Kondisi yang terjadi saat ini, peralatan di Rumah Sakit Madani Kota Pekanbaru belum lengkap, sehingga dokter belum maksimal memberikan pelayanan mengobati pasien.

 

Selain itu untuk electrical, jika listrik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) padam, belum ada genset. "Listriknya sudah 100.000 kwh untuk pelayanan di rumah sakit, tapi genset belum ada," terangnya. 

 

Di waktu terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya, Diskes Kota Pekanbaru, Wardah Bima, mengatakan dengan adanya rumah sakit daerah Madani Pekanbaru, dokter spesialis merasa senang, karena bisa bekerja sesuai dengan spesialisi mereka. "Ini kita sedang upayakan mendapatkan bantuan dari Kementerian.Syaratnya,
operasional dulu," ujarnya. 

 

Rumah sakit itu dibangun, berawal dari mimpi agar masyarakat Pekanbaru yang bekerja di sini, tapi berobat ke negara tetangga, seperti Malaka, Singapur dan lain-lain. "Pelan-pelan kita perbaiki pelayanannya, sehingga tak berobat ke luar negeri
lagi. Tapi tentu harus didukung semua. Tenaga kesehatan harus bagus, pelayanan harus bagus. Itulah salah satu mimpi Walikota.Pak Wali ini visioner," puji Wardah.

 

*Wako Resmikan*

 

Sementara itu, Walikota (Wako) Pekanbaru saat peresmian soft launching Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru menyampaikan, pembangunan rumah sakit ini sebagai bentuk kepedulian Pemko untuk memberikan pelayanan yang baik di bidang
kesehatan kepada masyarakat. 

 

Dengan demikian dapat mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas serta lingkungan yang sehat. "Ini kita resmikan bukan pertanda masyarakat banyak yang sakit. Tapi, ini adalah bentuk dari cerminan masyarakat yang mencintai kesehatannya," ungkap
Firdaus.

 

Setelah Rumah Sakit Madani ini diresmikan, masyarakat Pekanbaru dapat merasakan pelayanan dan fasilitas yang ada secara gratis pada tahap awal. "Silahkan gunakan fasilitas secara gratis hingga batas waktu yang belum ditentukan. Bawalah KTP dan
konsultasikan kepada tenaga medis," harap Firdaus. 

 

Ditambahkan Firdaus, ia juga meminta kepada petugas rumah sakit agar memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah. Jika perlu bisa jemput bola dan turun ke rumah warga yang sakit. Dengan begitu warga merasa nyaman dan senang atas pelayanan yang diberikan. Dalam kesempatan ini, Firdaus juga menyampaikan keluhan dari masyarakat atas pelayanan RSD Madani agar melaporkan ke pihak RSD Madani.(adv/kominfo)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY