Rekening Nasabah BRK yang Terkuras sudah Dikembalikan

Jumat,16 Februari 2018 | 13:54:58 WIB
Rekening Nasabah BRK yang Terkuras sudah Dikembalikan
Ket Foto : Foto : ilustrasi/int.

PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Pihak Bank Riau Kepri telah mengembalikan saldo di rekening nasabah yang terkuras, akibat kejahatan perbankan. 

Hal itu disampaikan Humas PT Bank Riau Kepri (BRK), Winofri kepada jurnalmetronews.com, Jumat (16/2/2018). "Menurut orang yang di bagian akutansi, sudah dikembalikan semua, bahkan tak menunggu hari Kamis, tetapi hari Rabu kemarin," ucap Winofri. 

Di waktu terpisah, nasabah BRK, Sugiharto mengatakan, saldo di rekening miliknya sudah dikembalikan pihak BRK.

Seperti diberitakan sebelumnya, saldo rekening nasabah Bank BRK, Sugiharto tiba-tiba terkuras sebesar Rp6,2 juta. Padahal, setelah ditelusuri, saldo di rekening miliknya ditarik oleh orang tak dikenal dari Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau.

"Saya terkejut karena dana yang tersisa di rekening tersebut tinggal Rp52.999," kata Sugiharto kepada jurnalmetronews.com, Rabu (14/2/2018).
 
Ia mengatakan, mengetahui rekening miliknya diduga dicuri pada 12 Desember 2017, kemudian melaporkannya ke Kantor Bank Riau Kepri Cabang Pembantu (Capem) Senapelan dan diterima oleh petugas customer service di sana. 
 
Setelah dicek, ternyata telah terjadi penarikan dana sebanyak 4 kali  yang dilakukan oleh seseorang di Tanjung Pinang pada 11 Desember 2019. 

"Saya sangat terheran-heran, padahal saat itu sedang berada di rumah di Pekanbaru dan kartu ATM saya berada di dompet," ucap pria yang disapa dengan panggilan Sugi ini. Atas kejadian itu, ia menuntut saldonya dikembalikan.  
 
Di tempat terpisah, Humas BRK, Winofri saat dikonfirmasi mengakui ada nasaban yang dirugikan, karena ada kejahatan perbankan. Ia menyatakan, persoalan itu sebetulnya sudah selesai. "Tak mungkin bank membiarkan kerugian kepada nasabah, sepanjang kesalahan itu tak ada pada nasabah. Memang terjadi kejahatan perbankan pada Oktober hingga akhir September 2017," kata Winofri.
 
Namun kejadian itu, bukan hanya dialami BRK, tetapi juga bank-bank yang lain. Dimana, kartu ATM nasabah diduplikasi dengan cara skimming (dipasang alat yang untuk membaca kartu di ATM, red). 
 
Pengambilan terhadap saldo yang berada di rekening nasabah BRK, dilakukan di Kepulauan Riau, namun proses skimming yang dilakukan oleh pelaku kejahatan perbankan dilakukan di salah satu mall di daerah Panam. 
 
"Tapi tak etis pula kami menyebut ATM bank mana. Nasabah kami ini mengambil dari mesin ATM bank lain, ATM bank lain itu terkena skimming di lubang dimasukkan kartu," kata Winofri didampingi stafnya.
 
Dengan dilakukannya kejahatan perbankan menggunakan cara skimming, maka biodata nasabah BRK yang berada di kartu terbaca oleh pekau, sehingga kartu ATMnya diduplikasi.
 
Setelah kartu diduplikasi, pelaku menarik uangnya dari salah satu ATM di bank lain di Kepri. "Yang banyak itu kena bank lain, cuma masing-masing bank punya proses untuk menyelesaikannya. Kami kan ada pengawasan yang memeriksa," ujarnya. 
 
Setelah menerima pengaduan dari nasabah BRK tersebut, Winofri mengatakan, semuanya perlu dibuktikan dengan administrasi dan berita acara yang lengkap. Setelah itu, pihak BRK memutuskan mengganti kerugian yang dialami nasabah. 
 
Ketika ditanyakan, berdasarkan informasi jumlah nasabah yang dirugikan sekitar belasan orang. Winofri mengatakan pihak bank tetap menggantinya. Begitu juga ketika ditanyakan, berapa total kerugian nasabah yang saldonya berkurang di bank dari jumlah belasan orang tersebut. Winofri menyatakan, tak etis menyebutkannya. "Belasan orang itu beda-beda," ungkapnya. 
 
Humas BRK mengungkapkan, foto pelaku kejahatan perbankan itu sudah diperoleh. Namun saat ditanyakan, apakah sudah melapor ke polisi, ia hanya menjawab, bank yang bersangkutan seharusnya melapor. (dwr)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY