Gara-gara Minum Tuak, Nyawa Nursal Melayang

Senin,26 Februari 2018 | 23:41:30 WIB
Gara-gara Minum Tuak, Nyawa Nursal Melayang
Ket Foto : Kapolsek Rumbai, AKP Henni Irawati saat ekspose penangkapan dua tersangka pembunuhan, Senin (26/2/2018).

PEKANBARU, jurnalmetronews.com - Nyawa Nursal (36) melayang di tangan kakak beradik, MBB alias Maruli dan JBB alias Jayadi. 

Kedua tersangka ditangkap Polisi, gara-gara menikam korban, Nursal hingga tewas. Dikatakan Kapolsek Rumbai, AKP Henni Irawati, penyebab hilangnya nyawa warga Jalan SMA 13, Kelurahan Muara Fajar Barat, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, saat korban bersama dengan MBB sedang minum tuak di sebuah cafe Jalan Yos Sudarso Kilometer 20 Muara Fajar, Jumat (23/2) sekitar pukul 23.00 WIB.

Selang tak beberapa lama minum tuak, korban mengajak MBB yang bekerja sebagai pengumpul barang bekas pindah ke cafe lain, karena tak mendengar suara musik di cafe tersebut.

"Tersangka MBB mengatakan kalau uang yang ada di kantongnya hanya Rp 12 ribu. Korban pun menjawab uangmu gak ada, uang segitu dapat apa, manalah bisa buat minum," kata Kapolsek kepada wartawan, Senin (26/2/2018).

Lalu, korban meninggalkan MBB di cafe tersebut dan pergi ke cafe yang berada di Kilometer 8 Jalan Yos Sudarso. Tersangka yang tersinggung dikatakan tak punya uang oleh korban pun menghubungi adiknya JBB.

Saat ditelepon, MBB menyuruh adiknya itu datang di cafe dekat galon (SPBU) kilometer 8. Setelah itu, JBB yang tak terima kakaknya dianggap remeh, menuju ke lokasi dengan membawa sebilah pisau dapur.

Sampai di lokasi, tersangka MBB berbuat gaduh, korban menyuruhnya untuk pergi, namun tangannya ditarik ke luar cafe dan mereka berduel. Teman korban yang menyaksikan itu sempat melerai perkelahian itu. Akan tetapi JBB mengancam teman korban dengan pisau.

Tersangka MBB kalah saat berduel dengan korban dan mengalami luka parah. Tak sang kakak kalah, JBB langsung mengejar korban dan menikamnya sebanyak empat kali di bagian dada dan perut hingga korban tersungkur berlumuran darah.

Usai menikam korban, tersangka JBB langsung pergi meninggalkan lokasi. Sementara MBB dan korban dibawa ke Puskesmas Muara Fajar. "Korban meninggal dunia di rumah sakit. Kita lakukan otopsi terhadap jasad korban dan ditemukan ada empat bekas luka benda tajam," kata Kapolsek.

Setelah kejadian itu, polisi menangkap tersangka JBB berikut barang bukti sebilah pisau di rumahnya Jalan Katio Gang Dakota, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru. "Barang bukti pisau ditemukan di semak-semak dekat lokasi penikaman," ucapnya.

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti lain, berupa baju kaos milik tersangka, satu unit motor, topi dan dua unit handphone milik tersangka. Akibat perbuatannya tersangka terancam hukuman seumur hidup. (dwr)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY