BBKSDA Riau Ungkap Kronologis Tewasnya Buruh Bangunan Diterkam Harimau

Minggu,11 Maret 2018 | 16:12:10 WIB
BBKSDA Riau Ungkap Kronologis Tewasnya Buruh Bangunan Diterkam Harimau
Ket Foto : Harimau Sumatera/Foto : ist.

PEKANBARU, jurnalmetronews.com- Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau‎, Hariono mengungkapkan kronologis tewasnya seorang buruh bangunan, Yusri Efendi (34), akibat diterkam Harimau Sumatera, Sabtu (10/3/2018) sekitar pukul 19.00 WIB.

Dikatakan Hariono, Tim Gabungan Penanggulangan Konflik antar Harimau dengan manusia berada di lokasi pada sorenya, sebelum Yusri ditemukan tewas di Dusun Sinar Danau, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Inhil, Riau.

"Tim ditelepon masyarakat Kampung Danau sekitar 16.00 WIB, mereka ke sana dan tiba di Kampung Danau sekitar pukul 17.00 WIB," ungkap Hariono, Minggu (11/3/2018) pagi.

‎Tim BBKSDA Riau dibantu TNI/Polri dan lainnya mendapati keberadaan Harimau Sumatera di belakang rumah salah seorang warga, kemudian petugas menyiapkan alat bius yang rencananya akan ditembakkan ke satwa yang dilindungi tersebut.

‎Namun jarak tembak tak maksimal, sehingga tak terjadi penembakan bius dan Harimau bergerak menuju kebun PT Tabung Haji Inti Plantation (THIP), sekitar 100 meter hingga akhirnya berhenti di bawah bangunan yang sedang dikerjakan Yusri bersama dengan tiga rekannya Rusli, (41), Indra (26) dan Syahnan (41).

‎Tim masih memantau dari rumah seorang bidan yang berada di dekat lokasi bangunan walet. 

Sekitar lima menit kemudian, Harimau tersebut kembali melakukan pergerakan ‎50 meter dari lokasi pembangunan walet, kemudian menuju ke arah petugas melakukan pemantauan, sedangkan pekerja walet diarahkan oleh warga agar pulang ke arah sungai dan menjauh dari Harimau.

Ketika empat pekerja tersebut keluar dari bangunan sarang walet, tanpa sepengetahuan petugas dan warga, mereka malah bergerak menuju ke arah Harimau. Disaat itulah Harimau langsung menyerang para pekerja. Sementara posisi tim dan warga saat itu lebih kurang 200 meter.

Tak lama setelah para pekerja berhamburan lari, petugas dan warga pun mendengar adanya teriakan. Mendengar itu, petugas dan warga langsung melakukan penyisiran namun tak dapat mendekat ataupun membantu karena kondisi saat itu mulai gelap.

Warga langsung menjemput para pekerja lewat sungai. Dari situ tim baru tahu jumlah pekerja ada empat orang dan yang satunya terpisah.

Mengetahui salah seorang dari pekerja terpisah, ujar Hariono, petugas dan warga langsung melakukan pencarian beramai-ramai. Lebih kurang 15 menit kemudian, pekerja ditemukan dalam keadaan bersimbah darah di semak-semak tepi sungai. "Keadaannya tak sadarkan diri. Dia diangkat ke pinggir sungai pada saat itulah dibuka bajunya, dilihat ada luka menganga di bagian leher diduga sementara akibat diterkam Harimau," katanya. 

Korban dibawa ke Klinik KPP Pulai PT THIP. Namun sayangnya, nyawanya tak dapat tertolong. Akhirnya, setelah dilakukan visum jasad korban pun diserahkan ke keluarganya di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.***

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY