Personil Pembiusan Harimau Sumatera Disebar

Senin,12 Maret 2018 | 12:14:49 WIB
Personil Pembiusan Harimau Sumatera Disebar
Ket Foto : Harimau Sumatera/Foto : ist.

PEKANBARU, jurnalmetronews.com- Ketua Tim Penyelamat Harimau Sumatera di Indragiri Hilir Mulyo Hutomo, mengatakan meningkatkan jumlah personil khusus pembiusan agar dapat lebih tersebar di hamparan hutan dan kebun yang panjangnya jalurnya sampai 40 kilometer di Indragiri Hilir.

Tim bersama dengan Polres dan Pemkab bersama warga Dusun Danau melalui Ketua RT, Rayo dan tokoh masyarakat, Thalib dan Edi yang selalu mendukung selama ini, memediasi warga Desa Pulau Muda yang akan datang menjumpai tim.

"Harapan kami warga dapat menghadapi musibah dengan sabar dan mempercayakan kepada tim untuk menyelesaikan tugasnya menangkap Harimau Sumatera," kata Mulyo kepada wartawan, Senin (12/3/2018).

Tentunya dalam situasi ini, sejak awal tim mengutamakan keselamatan warga dengan sosialisasi dan memberikan edukasi kepada warga, khususnya Kampung Danau yang memang jadi salah satu daerah jelajah Harimau Sumatera. 

"Kami minta PT THIP membersihkan kiri kanan jalan yang menjadi lintasan agar dari jauh terlihat bilamana ada binatang yang menampakkan diri lalu bersama-sama warga memasang rambu rambu peringatan," katanya.

Seperti diketahui, konflik manusia dengan Harimau Sumatera terjadi lagi di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil, Riau.

Harimau Sumatera menerkam seorang buruh bangunan, Yusri Efendi (34) pada Sabtu (10/3/2018) sekitar pukul 19.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dirangkum dari pihak Kepolisian, kejadian bermula ketika Yusri bersama tiga rekannya, Rusli, (41) Indra (26) dan Syahran (41) sedang bekerja membuat bangunan untuk sarang burung walet di RT 038 Simpang Kanan, Dusun Sinar Danau, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran pada Sabtu sekitar pukul 16.30 WIB.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil), AKBP Cristian Rony Putra melalui Kapolsek Pelangiran, Iptu M Rafi mengatakan, saat sedang bekerja, tiba-tiba mereka melihat seekor Harimau Sumatera berada di bawah bangunan yang sedang dikerjakan. "Para pekerja itu kaget dan hanya berdiam diri di bangunan tersebut," kata Kapolsek. 

Sekitar pukul 18.25 WIB, Harimau Sumatera pergi. Yusri bersama tiga rekannya turun dari atas bangunan. Tetapi sekitar 250 meter berjalan, tiba-tiba Harimau itu muncul kembali di depan mereka.

Akhirnya, para pekerja itu berlari menyelamatkan diri sambil saling memanggil satu sama lain. Namun naas, saat nama korban dipanggil, tak ada sautan.

Setelah berkumpul, korban tak kunjung muncul. Akhirnya, mereka meminta pertolongan dari warga Dusun Sinar Danau Desa Tanjung Simpang dan dievakuasi oleh warga dengan menggunakan perahu kecil. 

Dibantu oleh warga, ketiga rekan korban berusaha mencari. Tak lama setelah itu, tepatnya sekitar pukul 19.30 WIB, korban berhasil ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. 

Diketahui, korban meninggal dunia dan pada bagian tengkuk sebelah kanannya ada luka bekas gigitan diduga akibat terkaman Harimau.

Personil Polsek Pelangiran bersama dengan Tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, melakukan olah TKP dan membawa korban ke Klinik KPP Pulai PT THIP untuk dilakukan Visum. 

Selanjutnya jenazah korban dibawa ke Desa Pulau Muda untuk diserahkan kepada pihak keluarga guna disemayamkan.

Sebelumnya salah seorang karyawati buruh harian lepas PT THIP, Jumiati (33) tewas akibat diterkam Harimau Sumatera saat sedang bekerja di KCB 76 Blok 10 Afdeling IV Eboni State, Kecamatan Pelangiran, Inhil, Rabu (3/1/2018) lalu.***

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY