Diduga Cabuli Anak Umur 6 Tahun, Pelaku Babak Belur Dihakimi Massa

Senin,12 Maret 2018 | 18:36:01 WIB
Diduga Cabuli Anak Umur 6 Tahun, Pelaku Babak Belur Dihakimi Massa
Ket Foto : Tersangka RH saat diamankan di Mapolsek Tampan.

PEKANBARU, jurnalmetronews.com- Pelaku cabul, RH (35) warga Jalan Taman Karya Kelurahan Tuah Madani, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau babak belur dihakimi massa.

Pasalnya, aksi cabul yang dilakukannya terhadap korban SV (6) ketahuan oleh warga. Berdasarkan informasi di Kepolisian, aksi bejat tersangka RH tersebut, bermula pada Rabu (7/3/2018) sekira pukul 12.30 WIB. 

RH berangkat dari rumah menggunakan sepeda motor Honda Beat pergi ke Jalan Taman Karya, Warung Ayam Penyet, Tampan untuk membeli makanan.

Kemudian, tersangka membeli rokok di warung milik saksi yang tak jauh dari warung Ayam Penyet tersebut. Seketika itu, tersangka melihat korban sedang bermain bersama adeknya di depan rumah.

Di sanalah, timbul niat bejat tersangka, RH. Tersangka memanggil korban SV dengan mengatakan “sini dulu dek, pergi main kita”, namun korban hanya diam.

Tersangka mendatanginya dan menarik tangan korban sambil mengiming-iminginya akan membelikan es krim, kemudian korban naik ke atas sepeda motor yang dibawa tersangka.

Korban SV tak menyadari kepolosannya itu dimanfaatkan tersangka. Anak ingusan itu, dibonceng dengan sepeda motor ke Jalan Iklas tepatnya di kamar mandi rumah petak 3, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan.

Sampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tersangka membawa sepeda motor ke kamar mandi rumah petak 3. Di belakang rumah petak itu, sepeda motor diparkirkan.

Tersangka membawa korban masuk ke dalam kamar mandi, kemudian melakukan aksi bejatnya.

Tiba-tiba saja datang seorang laki-laki yang curiga ada suara di kamar mandi. Terkejut, karena perbuatannya diketahui warga, tersangka menaikkan celananya, kemudian saksi membuka pintu kamar mandi dan melihat RH bersama korban di dalam kamar mandi.

Setelah itu, tersangka ditarik oleh saksi ke depan rumah petak 3. Warga yang geram dengan perbuatan tersangka sempat menghakiminya, sehingga RH babak belur.

Tak lama kemudian, ada warga yang melaporkan kejadian tersebut ke Bhabinkamtibmas dan personel Polsek Tampan.

Kapolsek Tampan, Kompol Kari Amsah Ritonga yang mendapatkan informasi itu memerintahkan anggota Reskrim dan piket fungsi mendatangi TKP.

"Pelaku yang babak belur diamankan dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan pertolongan pertama, setelah itu dibawa ke Polsek Tampan, guna proses sidik selanjutnya," terang Kapolsek.

Selain itu diamankan juga barang bukti, berupa 1 unit sepeda motor merk Honda Beat warna Merah Hitam tanpa nomor Polisi, 1 helai rok anak-anak warna Ungu motif bunga-bunga, 1 helai baju anak-anak warna coklat muda merk Little, 1 helai singlet anak-anak warna putih, 1 helai celana pendek anak-anak warna pink motif hati, 1 helai celana dalam anak-anak warna pink, 1 helai jaket warna Hijau merk Andry Colection, 1 (satu helai celana pendek laki-laki warna putih yang bertuliskan Monster energy, 1 helai baju kaos warna merah yang bertuliskan GRS 19 Gardison.  

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan 82 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (dwr)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY