Dua Warga Tewas Diserang Harimau, Kapolres Minta Dibentuk Posko Siaga

Rabu,14 Maret 2018 | 23:16:45 WIB
Dua Warga Tewas Diserang Harimau, Kapolres Minta Dibentuk Posko Siaga
Ket Foto : Rapat forkopimda Inhil dalam rangka mencari solusi konflik Harimau Sumatera dan warga, Rabu (14/3/2018).

PEKANBARU, jurnalmetronews.com- Dua warga tewas diserang Harimau Sumatera, sedangkan seorang terluka. Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Christian Rony mengusulkan agar dibentuk posko siaga.

Hal itu disampaikannya saat pertemuan Forkompimda Kabupaten Inhil dengan masyarakat Rt 038, Sinar Danau, Dusun Simpang Kanan, Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran di aula Kantor PT THIP, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Rabu (14/3) pukul 16.00 WIB.

Diskusi penanganan konflik Harimau Sumatera dengan warga dihadiri Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Indragiri Hilir, H Rudyanto, Dandim 0314/Inhil diwakili Kasdim Mayor Inf Suratno, Manajer SSL PT THIP Sahri Abdullah, Kepala Balai Besar KSDA Riau Suharyono, Kasat Intelkam AKP Erol Ronng Risambessy, Kasat Reskrim AKP M Adhi Makayasa, Kasat Binmas AKP Alakdin Napitupulu, Camat Pelangiran Abdul Pani, apolsek Pelangiran Iptu Muhammad Rafi, Kepala Desa Tanjung Simpang Abu Nawas, Kepala Dusun Simpang Kanan Desa Tanjung Simpang Arief.

"Pertemuan tersebut dilaksanakan untuk mencari solusi tentang permasalahan konflik antara warga Sinar Danau Dusun Simpang Kanan Desa Tanjung Simpang dengan Harimau," kata Kapolres.

Konflik tersebut telah menyebabkan jatuh korban manusia dengan rincian 1 orang luka kena cakar harimau dan 2 orang meninggal dunia.

Dalam diskusi tersebut Kapolres mengusulkan agar dibentuk Posko Siaga yang berisikan unsur dari Polri, TNI, Pemda, BBKSDA, dan masyarakat yang tujuannya adalah untuk mencari solusi terbaik, dimana masyarakat bisa kembali beraktifitas, dan hewan buas yang dilindungi itu, bisa terselamatkan dan dievakuasi ke habitatnya.

Menurut Kepala BBKSDA, perilaku harimau tersebut sudah diamati BKSDA bersama WWF sejak tahun 2017. 

Kegiatan observasi yang didukung oleh Polri dan pihak terkait, termasuk mengamati perilaku khusus hewan yang dinamai Bonita. Perilaku Bonita sudah menyimpang, berbeda dengan perilaku harimau pada umumnya. 

Saat ini proses evakuasi sudah masuk pada tahap ketiga, dimana tahap pertama dengan box trap dan umpan. Tahap kedua ditambah dengan obat bius, sedangkan pada tahap ketiga dilengkapi dengan peluru tajam untuk melumpuhkan. Untuk itu, Kepala BBKSDA minta bantuan sniper dari Polri dan TNI.

Setelah mendengar keluhan masyarakat yang saat ini tidak bisa beraktifitas, serta beberapa usulan dari Bupati, Kasdim, PT THIP, rapat memutuskan menyepakati usulan Kapolres Indragiri Hilir, tentang pembentukan Tim Terpadu, yang akan langsung mulai bekerja. Kegiatan pertemuan, selesai dilaksanakan pukul 17.20 WIB. (dwr)

 

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY