Video Juru Parkir Minta Rp25 Ribu Viral, Anggota DPRD Kota Minta Diproses

Rabu,18 April 2018 | 17:21:40 WIB
Video Juru Parkir Minta Rp25 Ribu Viral, Anggota DPRD Kota Minta Diproses
Ket Foto : Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Nofrizal.

PEKANBARU, jurnalmetronews.com- Video Juru Parkir yang meminta uang retribusi parkir sebesar Rp25 ribu di depan Ramayana, Pekanbaru, Riau menjadi viral di media sosial. Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Nofrizal meminta izin koordinator parkir itu dicabut dan diproses secara hukum, karena diduga melakukan Pungutan Liar (Pungli).

"Itu harus dicabut izinnya. Mungkin juru parkir itu setorannya besar, sehingga mencari setoran sebesar-sebesarnya," kata Nofrizal, Rabu (18/4/2018). 

Jika setoran besar, mau tak mau juru parkir juga mencari uang sebanyak-banyaknya. Setoran uang parkir itu diserahkan ke pengelola, kemudian pengelola menyetorkannya ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru.

"Selektiflah memilih juru parkir, kalau itu bukan melayani, karena sudah keterlaluan. Sesuai peraturan daerah parkir kendaraan roda empat hanya dikenakan dua ribu rupiah," tukas anggota Dewan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini. 

Anggota Dewan dua periode ini mengaku telah menyampaikan pesan melalui Whats App ke Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru agar ditindaklanjuti.

"Harus dicabut izinnya. Itu memalukan. Rata-rata di Jalan Sudirman, seperti di ATM sering juga terjadi dan ini harus diproses. Itukan termasuk dalam kategori pungli. Kalau ada efek jera orang akan berhati-hati," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Roni Amril menyampaikan harus ada pembinaan dan pelatihan dari Pemerintah Kota Pekanbaru kepada juru parkir yang memungut retribusi di pinggir jalan.

"Kita ambil retribusi dari masyarakat bukan upeti. Retribusi itu untuk kepentingan pengelolaan negara juga. Boleh saja mereka datang dari pendidikan yang berbeda. Tapi kalau dibina dan dilatih tak akan terjadi seperti ini," ujarnya. 

Anggota Dewan dari Fraksi Golkar ini melihat banyak tempat yang terjadi seperti itu. Kebetulan saja yang menjadi viral di media sosial juru parkir yang meminta Rp25 ribu. "Mungkin lebih dari ini ada. Ini tanggung jawab Dishub. Kita lihat ajalah atributnya (juru parkir, red) saja banyak yang tak lengkap," kata Roni. 

Menurut Roni, Dishub Kota Pekanbaru harus memperhatikan tingkat kesejahteraan juru parkir. Bisa saja saat meminta uang parkir sebesar Rp25 ribu, mereka sedang tak punya uang. "Ini momentum untuk melakukan evaluasi. Dishub harus ada database, sehingga punya parameter. Koordinatornya harus dipanggil dan dibina," tutupnya. (dwr)

 

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY