Dugaan Korupsi Pembangunan RTH

Mantan Kadis Ciptada Riau Jalani Sidang Perdana 

Rabu,25 April 2018 | 23:19:29 WIB
Mantan Kadis Ciptada Riau Jalani Sidang Perdana 
Ket Foto : Terdakwa duduk di kursi pesakitan mendengarkan dakwaan JPU.

PEKANBARU, jurnalmetronews.com- Mantan Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Sumber Daya Air (Ciptada) Provinsi Riau, Dwi Agus Sumarno dan dua terdakwa lainnya, Yuliana J Baskoro serta Rinaldo Mugni menjalani sidang perdana dugaan korupsi pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Riau, Rabu (25/4/2018).

Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hendra Fajar Arifin, Prawira Negara Putra dan Puji, disebutkan perbuatan ketiga terdakwa terjadi pada Juli hingga Desember 2016 lalu.

Pada bulan Juli 2016, Yuliana selaku rekanan proyek yang meminjam PT Bumi Riau Lestari, mendatangi rumah di Dwi Agus yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Sumber Daya Air (Ciptada) Riau.

Kedatangannya tersebut untuk meminta restu kepada menantu mantan Gubernur Riau, Anas Maamun tersebut agar diizinkan ikut proyek di Dinas Ciptada Riau.

Permintaan itu disetujui Dwi  dan ia berjanji akan membantu perusahaan Yuliana. Selanjutnya Dwi memerintahkan Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK), Yusrizal agar memberikan proyek kepada Yuliana.

Saksi Yusrizal menetapkan dokumen jasa kontruksi yang memuat kerangka acuan proyek. Selanjutnya, Yuliana diberikan proyek arsitektur RTH Tunjuk Ajar Integritas.

JPU menyatakan, perbuatan terdakwa Dwi Agus Sumarno memerintahkan anak buahnya memberikan proyek kepada Yuliana menyalahi peraturan pemerintah tentang pengadaan barang dan jasa.

"Seharusnya proyek diberikan dengan persaingan sehat, secara lelang," ujar JPU di hadapan mejelis hakim uang diketuai Bambang Myanto SH MH, didampingi hakim anggota Khamazaro Waruwu  SH dan Suryadi SH.

Dari proyek yang didapat, Yuliana menjanjikan akan memberikan fee sebesar 1 persen. Dwi memerintahkan anak buahnya menanyakan fee tersebut dan Yuliana memberikan sebesar Rp80 juta lebih untuk Dwi.

Sementara itu, dalam proyek ini Rinaldi selaku konsultan pengawasan diketahui tidak melakukan pekerjaan dengan baik. Dia tidak mengawasi proyek sebagaimana mestinya sehingga terjadi sejumlah penyimpangan yang akhirnya menguntungkan pribadi.

Selain memberikan fee terhadap Dwi, proyek senilai Rp8 miliar itu juga menguntungkan Yuliana sebesar Rp750,357.552,99, Rinaldi sebesar Rp163 juta, Yusrizal 55 juta. Total kerugian negara dari BPKP kerugian negara Rp1,1 miliar.

"Perbuatan terdakwa secara bersama-sama telah menguntungkan diri sendiri maupun orang lain," ucapnya.

Atas perbuatan itu, Dwi Agus Sumarno dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 3 jo 12 Undang-undang Nomor (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Sedangkan terdakwa Yuliana dan Ronaldo dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 3 jo 18 Undang-undang Nomor (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Berdasarkan  dakwaan itu, Dwi Agus Sumarno dan Yuliana tidak menyatakan keberatan (eksepsi) sedangkan Rinaldi melakukan eksepsi pada persidangan selanjutnya.

Majelis hakim mengagendakan persidangan pada Rabu, 2 Mei 2018, mendatang dengan agenda mendengar eksepsi dari terdakwa Rinaldi dan mendengarkan keterangan saksi untuk terdakwa Dwi Agus Sumarno dan Yuliana.

Selain ketiga terdakwa, perkara ini juga melibatkan 15 tersangka lainnya.  Direktur CV Panca Mandiri Konsultan, Raymon Yundra, tenaga ahli tenaga ahli CV Panca Mandiri Konsultan, Arri Arwin, dan Direktur PT Bumi Riau Lestari, Khusnul juga sudah ditahan.

Masih ada 12 tersangka lagi dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang belum dilakukan penahanan. Di antara tersangka yang belum ditahan adalah  Ketua Pokja ULP Provinsi. (el)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY