Pasca Kerusuhan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua

Polda Riau Tingkatkan Kualitas Pengamanan

Jumat,11 Mei 2018 | 16:58:32 WIB
Polda Riau Tingkatkan Kualitas Pengamanan
Ket Foto : Kapolda Riau, Irjen Pol Nandang/Foto : int

PEKANBARU, jurnalmetronews.com- Pasca kerusuhan yang terjadi di Rutan Cabang Salemba, Komplek Mako Brimob Kelapa Dua, Depok,  Jawa Barat, Kepolisian Daerah Riau menjadikan instropeksi ke depannya dan meningkatkan kualitas pengamanan.   

Hal itu disampaikan Kapolda Riau, Irjen Pol Nandang, Jumat (11/5/2018). "Itu introspeksi untuk meningkatkan kualitas pengamanan tahanan, baik di LP (Lembaga Pemasyarakatan), maupun di Polres dan di Polda," kata Kapolda Riau.

Seperti diketahui, Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri mengamankan lima teroris kelompok Jamaah Ansharud Dahlah (JAD) secara terpisah di Provinsi Riau, Selasa 24 Oktober 2017 lalu.

Kelimanya, yakni Wawan alias Abu Afif (43), Beny Syamsu Trisno alias Abu Ibrahim (32) YH alias Abu Zaid (42) H alias Abu Bukhori, dan N alias Abu Aisha.

Penangkapan pertama dilakukan tim terhadap Wawan dan Beni. Keduanya diamankan di Jalan Kopkar Raya, Perumahan Pandau Permai, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, pukul 07.15 WIB, kemudian tim yang berbeda, YH alias Abu Zaid di depan Indomaret, Jalan Bukit Barisan, Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. 

Setelah itu, diamankan H alias Abu Bukhori di Perumahan Taman Griya Anggrek, Kabupaten Kampar. Terakhir, tim menangkap NK di Jalan Kubang Raya, Kilometer 5, Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

Nandang mengaku, setelah penangkapan tersebut, kelimanya memang sempat dibawa ke Mako Brimobda Polda Riau untuk diinterogasi. Namun untuk penanganan kasusnya, mereka dibawa ke Mabes Polri guna penyidikan dan ditahan di Rutan Cabang Salemba. "Di Mako Brimob Polda Riau tidak ada (tahanan teroris). Itu sudah dibawa langsung ke Jakarta," ucapnya.

Belakangan diketahui, dua teroris yang ditangkap di Riau merupakan dalang dari kericuhan yang terjadi di Rutan Cabang Salemba pada Selasa (8/5/2018). Dua teroris itu adalah Wawan dan Beni Syamsu Trisno.

Wawan disebut-sebut sebagai provokator dari kerusuhan yang menyebabkan lima anggota Polri gugur. Lima orang polisi yang gugur tersebut ialah Bripda Wahyu Catur Pamungkas, Bripda Syukron Fadhli, Ipda Rospuji, Bripka Denny dan Briptu Fandi. Sedangkan Beni Syamsu, adalah teroris yang tewas dalam tragedi menegangkan itu.(ir)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY