Punya Surat Miskin, Berobat Kena Tarif Rp19 Juta

Sabtu,09 Juni 2018 | 22:38:29 WIB
Punya Surat Miskin, Berobat Kena Tarif Rp19 Juta
Ket Foto : Anjus Mantoni menunjukkan surat keterangan miskin.

PEKANBARU, jurnalmetronews.com- Anjus Mantoni, warga Desa Kota Garo bingung memikirkan biaya perobatan istrinya di salah satu rumah sakit di Pekanbaru.

Pasalnya, istrinya Severiana Br Neggolan yang sudah sejak 29 Mei 2018 menjadi pasien di salah satu rumah sakit Pekanbaru, harus memikirkan biaya operasi sebesar Rp19 juta. 

"Saya sudah urus surat miskin dari Desa Kota Garo untuk persyaratan berobat. Tetapi Dinas Sosial Kampar mengeluarkan rekomendasi mengurus BPJS. Padahal kami mau urus Jamkesda," kata Anjus kepada wartawan, Sabtu (9/5/2108).

Memang diakui Anjus, saat itu yang mengurus surat keterangan miskin (SKTM) dan surat rekomendasi ke Dinas Sosial (Dinsos) Kampar adiknya. Hal itu, karena Anjus harus mendampingi istrinya yang sedang dirawat di rumah sakit, sehabis operasi. 

Setelah, kartu sebagai peserta BPJS selesai pada 7 Juni 2018, Anjus menunjukkannya ke pihak rumah sakit, tetapi sayang, biaya untuk perobatan istrinya sudah mencapai sebesar Rp19 juta. "Mana saya punya, sedangkan saya bekerja sebagai buruh," ujar Anjus. 

Hingga Sabtu (9/6/2018), Anjus mengatakan, istrinya Severiana Br Neggolan masih berada di rumah sakit. "Belum ke luar, karena belum disuruh pulang," tutupnya.(dwr)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY