Mardianto: Jalan Jenderal Sudirman tak Layak jadi CFD

Minggu,24 Juni 2018 | 17:55:26 WIB
Mardianto: Jalan Jenderal Sudirman tak Layak jadi CFD
Ket Foto :

PEKANBARU, jurnalmetronews.com-  Pengamat perkotaan, Mardianto Manan menilai Jalan Jendral Sudirman tak layak dijadikan Car Free Day (CFD). 

Jalan nasional itu merupakan jalan poros utama atau arteri primer. "Tak layak dari berbagai sisi. CFD di Jalan Jenderal Sudirman harus dihentikan," kata Mardianto, Minggu (24/6/2018).

Alasannya, pertama di sana merupakan kawasan pusat perkantoran, seperti Kantor Gubernur Riau, Kantor Walikota Pekanbaru, pasar, dan Masjid Ar Rahman.

Masyarakat yang Salat Subuh dan Dhuha di masjid tertua kedua di Pekanbaru  itu bisa terganggu. Tak hanya itu, bahkan yang berurusan ke Kantor Polda Riau juga terhambat. 

"Kantor Polda pada hari Minggu tetap beraktivitas. Itu jalan poros utama atau arteri primer dan statusnya jalan nasional. Itu akan terganggu," ungkap Mardianto.

Akademisi dari Universitas Islam Riau (UIR) ini mencium dugaan tak ada koordinasi Pemerintah Kota (Pemko) dengan Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (FLLAJ) Provinsi Riau.  "Kami menduga tak didudukkan secara resmi," sebutnya.

Apabila ada koordinasi resmi, semestinya ada pembahasan yang melibatkan multi pihak dan surat yang masuk. Pemko mesti berkoordinasi juga ke Balai Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Nasional (BP2JN).

Sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan memungut retribusi parkir di badan jalan nasional saja  tak boleh, apalagi menutup seluruh badan jalan. 

Sosialisasi CFD, menurut Mardianto, semestinya dilakukan 2 tahun atau minimal 2-3 bulan sebelumnya. Selain itu juga mesti digelar simulasi.

Ia mempertanyakan, apakah ada Peraturan Walikota (Perwako) yang mengatur tentang  CFD di Jalan Sudirman. "Seharusnya ada aturan jelas. Mana tahu digugat warga. Kalau saya, minta itu dibatalkan, karena tak layak dari berbagai sisi. Walikota adalah Master transportasi. Dia (Wako, red) sangat paham dengan transportasi," tutup Mardianto.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Pekanbaru, Kendi Harahap mengatakan, CFD hanya 3 jam dimulai pukul 6.00 WIB sampai pukul  09.00 WIB pagi. 

"Tidaklah terlalu pengaruh pada aktivitas perkotaan. Kita sudah atur jalan alternatif dari utara menuju selatan, yaitu bisa melewati Jalan Diponegoro dan melalui Jalan A Yani yang dari pasar pusat, kemudian Jalan Sudirman lebih lebar serta taman mediannya sudah dipagar. Sebelum dimulai juga sudah kita sosialisasikan dengan perkantoran dan hotel yang ada pada ruas jalan tersebut," kata Kendi Harahap. (dwr)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY