Rupiah Sempat Terpuruk Rp14.370 per Dolar

Sabtu,30 Juni 2018 | 12:19:02 WIB
Rupiah  Sempat Terpuruk Rp14.370 per Dolar
Ket Foto : Foto : ilustrasi/int.

JAKARTA, jurnalmetronews.com- Bank Indonesia langsung bergerak cepat menyikapi keterpurukan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD), beberapa hari ini. 

Sesuai prediksi, otoritas moneter tersebut memutuskan untuk menaikkan BI 7-day reverse repo rate setelah menggelar rapat dewan gubernur (RDG) kemarin (29/6) dan hari ini. 

Kenaikan itu cukup signifikan, yakni mencapai 50 basis poin (bps), dari semula 4,75 persen menjadi 5,25 persen. Selain itu, dalam rapat tersebut, BI memutuskan untuk menaikkan suku bunga deposit facility sebesar 50 bps menjadi 4,50 persen dan suku bunga lending facility sebesar 50 bps menjadi 6,00 persen. 
Keputusan BI menaikkan suku bunga acuan itu direspons cepat oleh pasar. Kurs rupiah ditutup menguat 64 poin atau 0,44 persen di Rp14.330 per dolar AS. Sebelumnya, kurs rupiah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,17 persen atau 24 poin di posisi Rp14.370 per dolar AS.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, keputusan menaikkan suku bunga tersebut merupakan langkah lanjutan BI untuk secara preemptive, front loading, dan ahead of the curve menjaga daya saing pasar keuangan domestik terhadap perubahan kebijakan moneter sejumlah negara. 

"Dengan kenaikan BI, tense moneter ini, kenaikan ini dari sisi kebijakan moneter. Kita beralih ke netral, di atas cenderung ketat. Sejalan dengan tense kebijakan yang berfokus menjaga stabilitas ekonomi, khusus nilai tukar rupiah," ungkap Perry dalam konferensi pers di gedung BI kemarin.

Rupiah Terpuruk, Sempat Rp14.370 per Dolar, BI Naikkan Suku Bunga. Mantan Deputi Gubernur Senior BI itu melanjutkan, kenaikan suku bunga tersebut akan berdampak pada kenaikan imbal hasil pasar keuangan dan surat berharga negara (SBN). 

Dengan begitu, daya saing pasar keuangan dan SBN Indonesia bisa lebih kompetitif serta menarik bagi investor, termasuk investor asing. Kenaikan sebesar 50 bps itu diprediksi menarik lebih banyak inflow (aliran dana masuk) ke Indonesia, khususnya dalam bentuk fixed income atau SB.


Sumber :  jawapos

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY