PT Pectech Diduga Belum Bayar Kontraktor Suplier Rp270 Juta

Minggu,26 Agustus 2018 | 12:11:55 WIB
PT Pectech Diduga Belum Bayar Kontraktor Suplier Rp270 Juta
Ket Foto : Foto: ilustrasi/int.

PANGKALANKERINCI, jurnalmetronews.com- Anak perusahaan PT RAPP, yakni PT Pectech diduga belum melakukan pembayaran hak sesuai kontrak kerjasama senilai Rp270 juta kepada PT Prima Energi Riau Perkasa. 

Sesuai perjanjian awal dengan sistem sewa, yang mana PT Prima Energi Riau Perkasa menyiapkan alat berupa trafo las MIG 3 Phase 500 AMP.  Brand Morris unit baru sebanyak 10 unit, serta 1 cadangan.

Alat ini disewa sejak November 2017 sampai dengan Februari 2018 oleh anak perusahaan tersebut. Hanya saja saat dilakukan penagihan sesuai kontrak kerjasama yang sudah ada, PT Pechtech diduga belum melakukan pembayaran. 

Bahkan menurut Direktur PT Prima Energi Riau Perkasa, sudah berulangkali melakukan penagihan. Hasilnya, tegasnya, tetap nihil. 

Kondisi tersebut membuat PT Prima Energi Riau Perkasa merasa  dipermainkan oleh anak perusahaan ini. PT Pechtech sampai dengan bulan Agustus 2018 ini belum juga membayarkan. 

Alexander Pranoto mengatakan, pihak nya sudah bekerja sesuai dengan kerjasama sistem sewa. "PT Pechtech seenaknya saja sendiri saja. Memang ganti manajer saat ini. Hanya saja itukan bukan urusan kita, karena sebagai penyedia barang kerja sudah sesuai dilakukan. Hanya saja tidak dibayarkan. Jumlahnya Rp270 juta," ujarnya.

Nilainya memang kecil bagi perusahaan tersebut, namun lanjutnya, bagi pihaknya nilai tersebut cukup besar. 

"Kalau perusahaaan supplier diperlakukan seperti ini tentulah bakal bangkrut semua. Kita hanya minta hak sesuai kerjasama," kesalnya.

"Kita sistemnya rental per bulan. Kalau time sheet bukan tanggung jawab kita. Itu perusahaan PT Pectech yang seharusnya menyiapkan, bukan kami," sambungnya

Saat dikonfirmasikan dengan GM PT Pechtech, Arlin mengatakan jika administrasinya lengkap tak mungkin tak dibayar. "Seharusnya dilengkapi dengan lampirannya. Setahu saya belum ada satupun wartawan yang datang. Nggak tahu masalah dia apa. Ada yang kurang dong di invoicenya," ujar Arlin.

Apakah kekurangan itu time sheetnya, maka harus dijelaskan. Dikatakan Arlin, pihaknya mempunyai 600 suplier. "Cek aja. Saya nggak tahu perjanjian dia. Kita punya suplier 600," tutupnya. (rls/war)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY