Replanting Sawit untuk Petani, Inovasi Bernilai Ekonomis dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Sabtu,15 September 2018 | 17:40:10 WIB
Replanting Sawit untuk Petani, Inovasi Bernilai Ekonomis dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Ket Foto : Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Riau, Ferry Hc bersalaman dengan Presiden RI, Jokowi saat program replanting kebun kelapa sawit.

PEKANBARU, jurnalmetronews.com-Perwakilan Dirjenbun Kementan RI, Dwi Praptomo mengatakan, replanting sawit ditujukan untuk rakyat yang mana pemerintah pusat melalui BPPD Kelapa Sawit memberikan bantuan hibah dari pemerintah sebesar Rp25 juta per kepala keluarga untuk 1 hektare.

Namun, katanya, yang dapat harus memenuhi persyaratan. Untuk itu dia berharap Pemerintah Provinsi Riau dan kabupaten/kota dapat memanfaatkan peluang tersebut dengan serius dan bertanggung jawab agar replanting sawit sukses.

"Saya berharap dan mengajak semua pihak bekerja keras, mempersiapkan semua kebutuhan dan persyaratan replanting atau peremajaan sawit tersebut," ujarnya. 

Kemudian, kepada para kepala daerah untuk dapat membantu Distanbun dalam verifikasi administrasi dan lapangan dari usulan masyarakat. Ia berharap semua usulan tersebut sudah diverifikasi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Riau, Ferry Hc menjelaskan, bantuan ini difokuskan kepada masyarakat bukan perusahaan.

Ia berpendapat, tidak sulit untuk dapatkan bantuan itu, hanya saja nanti akan dilakukan pendampingan dari Pemerintah Kabupaten dan Kota.

"Tidak sulit mendapatkan program replanting ini, persyaratan diverifikasi pemerintah daerah dan pusat hanya juru bayar. Jadi, tidak sembarangan saja dana hibah ini. Pertanggungjawabannya juga jelas," ucapnya.

Untuk ketentuannya, diajukan perkelompok minimal 50 hektare oleh KUD. Meskipun tidak satu hamparan namun bisa berjalan namun tidak lebih 10 Kilo. 

Dia menjelaskan, program replanting sawit tidak sekadar mengganti tanaman tua dengan tanaman muda, tapi menghadirkan inovasi yang bernilai ekonomis bagi petani dan pemerintah daerah.

Minimal, jelasnya, 25 orang satu kelompok. Untuk teknis di lapangan teman teman Dinas Perkebunan di Kabupaten/Kota yang akan melakukan sosialisasi.

Disebutkan, pihaknya terus berusaha untuk meningkatkan produktivitas dan kontinuitas berbagai komoditas kelapa sawit kedepannya.(rls)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY