Kesiapan Operasi Mantap Brata Muara Takus 2019, Polres Kampar Adakan Rakor Eksternal

Jumat,21 September 2018 | 19:33:00 WIB
Kesiapan Operasi Mantap Brata Muara Takus 2019, Polres Kampar Adakan Rakor Eksternal
Ket Foto :

BANGKINANG, jurnalmetronews.com - Jumat (21/9/2018) pukul 08.50 WIB, di Gedung Serbaguna Polres Kampar dilaksanakan Rapat Koordinasi Eksternal Operasi Mantap Brata Muara Takus 2019 dalam rangka kesiapan pengamanan Pileg dan Pilpres tahun 2019 di Kabupaten Kampar.

Rakor Eksternal ini dipimpin Wakapolres Kampar Kompol B.E Banjarnahor mewakili Kapolres Kampar yang pada waktu bersamaan mengikuti kegiatan di Polda Riau. Hadir dalam rakor ini Ketua KPU Kabupaten Kampar Yatarullah, Ketua Bawaslu Kabupaten Kampar Syawir Abdullah SH, Wadan Yonif 132/ BS Mayor Inf. SS. Kambaren, Kakesbangpol Kampar Jamilus SH, Kadisduk Capil Kampar Drs Muslim, para Kabag, Kasat, Kasi dan Kapolsek serta Kanit Polsek jajaran.

Rakor dibuka Wakapolres Kampar, dalam sambutannya Wakapolres menyampaikan, Rakor ini sebagai kesiapan akhir dalam rangka pengamanan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden tahun 2019.

Salahsatu penekanan Wakapolres adalah agar seluruh stakeholders yang terlibat dapat bersinergi untuk menyukseskan pesta demokrasi ini, dan mewujudkan Pemilu yang aman, damai dan sejuk di Kabupaten Kampar.

Selanjutnya penyampaian materi oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Kampar yang memaparkan tentang tugas fungsi dan kewenangan Bawaslu kabupaten/kota serta Gakkumdu kabupaten/kota, salah satu kewenangannya adalah menindaklanjuti laporan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran Pemilu. 

Selain itu juga dijelaskan tentang kewajiban Bawaslu untuk bersikap adil dalam menjalankan tugas dan wewenangnya, melakukan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan Pemilu pada tingkat bawahnya, menyampaikan hasil temuan dan laporan secara periodik kepada Bawaslu provinsi serta mengawasi pemutahiran dan pemeliharaan data pemilih secara berkelanjutan.

Selanjutnya, paparan dari Ketua KPU Kabupaten Kampar, beberapa poin yang disampaikan antara lain tentang visi mewujudkan Pemilu 2019 yang Demokratis dan bermartabat. 

Hal lain yang disampaikan diantaranya tentang adanya penambahan jumlah TPS yang cukup besar dibandingkan pelaksanaan Pilkada serentak yang lalu, dimana jumlah TPS sebelumnya sebanyak 1.318 menjadi 2.222, dengan jumlah TPS sebanyak itu diperlukan anggota KPPS sebanyak 15 ribu orang lebih. 

Pada kesempatan ini Ketua KPUD Kabupaten Kampar ini juga memaparkan jumlah DPT Kabupaten Kampar sebanyak 457.518 orang, jumlah ini sudah direvisi terkait adanya data ganda pada DPS sebelumnya.

Berikutnya paparan dari Kabag Ops Kompol Franky Tambunan ST yang menyampaikan tentang pelaksanaan Operasi Mantap Brata 2019 dalam rangka pengamanan Pilleg dan Pilpres 2019, yang sudah dimulai pada tanggal 20 September 2018 dan akan berakhir pada tanggal 21 Oktober 2019 dengan durasi 397 hari. 

Untuk pengamanan Pilleg dan Pilpres 2019 di wilayah Kab. Kampar dibutuhkan 778 personel terdiri 465 personel dari Polres Kampar, 33 personel Brimob,  250 personel dari BKO Polda dan 30 dari personel TNI, selain itu juga akan didukung oleh linmas yang jumlahnya nanti akan ditetapkan pada bukan Februari 2019.

Terkait adanya penambahan jumlah TPS pada Pilleg dan Pilpres 2019 ini yang menjadi 2.222 TPS, maka pola pengamanan juga disesuaikan dengan kekuatan yang ada. Ada 3 Pola pengamanan sesuai urutannya (Polri - TPS - Linmas), yaitu :
I. Pola Aman : 2 - 5 -10 sebanyak 1.865 TPS
II. Pola Rawan satu : 2 - 2 - 4 sebanyak 356 TPS
III. Pola Rawan dua : 2 - 1 - 2 sebanyak 1 TPS. 

Paparan berikutnya oleh Kaur Bin Ops Sat Intel Ipda Khairil yang menyampaikan beberapa hal antara lain, tentang Dasar Hukum Pelaksanaan OMB 2019 serta masalah penerbitan STTP Kampanye. 

Dijelaskan bahwa pemberitahuan pelaksanaan kampanye sekurang-kurangnya disampaikan 7 hari sebelum kegiatan, sedangkan penerbitan STTP minimal 3 hari sebelum pelaksanaannya.

Hal lain yang disampaikan adalah tentang potensi kerawanan terkait pelaksanaan Pilleg dan Pilpres 2019 yang meliputi kondisi geografis, permasalahan batas wilayah dan hal lainnya. 

Berikutnya penyampaian saran dan masukan dari Wadan Yonif 132/ BS, pada kesempatan ini disampaikan tentang keterlibatan TNI dalam pengamanan Pilleg dan Pilpres ini akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, dalam hal ini kita memiliki tujuan yang sama yaitu mengamankan dan membuat nyaman masyarakat sehingga pelaksanaan Pemilu berjalan dengan aman dan lancar. 

Berikutnya penyampaian saran dan masukan dari Kadisdukcapil Kampar yang menyampaikan tentang perekaman data kependudukan serta proses pencetakan KTP, lebih lanjut disampaikan bahwa masih ada sekitar 7 ribu KTP yang belum selesai dicetak. Kadis juga menghimbau warga yang berusia 23 tahun keatas untuk segera melakukan perekaman data sebelum 31 December 2018.

Pada sesi terakhir Kakesbangpol Kampar yang mewakili pemerintah Kabupaten Kampar menyampaikan harapannya, agar tidak ada masyarakat yang tersangkut masalah hukum dalam pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019, serta menyampaikan pentingnya kerjasama yang baik bagi seluruh stake holders untuk mensukseskan pesta demokrasi ini.

Rakor ini diakhiri dengan sesi tanyajawab dan ditutup dengan sesi foto bersama, kegiatan berakhir pukul 11.30 wib dan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar. (ir)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY