Peserta Sespimti Polri Kuliah Kerja Dalam Negeri di Kejati

Selasa,11 Agustus 2015 | 17:58:59 WIB
Peserta Sespimti Polri Kuliah Kerja Dalam Negeri di Kejati
Ket Foto : Peserta Sespimti Polri Dikreg ke-24 melaksanakan kegiatan kunjungan penelitian dan pencarian data melalui metode wawancara di Kejati Riau, Selasa (11/8/2015). Foto: Penkum Kejati

PEKANBARU (jurnalmetronews.com)- Peserta Sespimti Polri Dikreg ke-24 melaksanakan kegiatan kunjungan penelitian dan pencarian data melalui metode wawancara di Kejaksaan Tinggi Riau, Selasa (11/8/2015).

Rombongan Sespimti terdiri dari 9 orang dengan didampingi pembimbing 3 orang. Mereka dipimpin, Irjen Pol Drs Djoko Prastowo, SH, MH. Kedatangan Sespimti ini diterima Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau, Susdiyarto Agus Praptono, Wakil Kepala Kejati (Wakajati) Riau, AS Arwan, para Asisten, Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) dan koordinator pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Pada pertemuan tersebut, peserta Sespimti Polri mengusung tema "Poros Kemaritiman” sebagai bahagian butir pertama nawacita pemerintahan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Yusuf Kalla, yaitu menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara.

Sehubungan dengan tema tersebut, peserta mengkaji potensi kemaritiman Indonesia baik dari sisi ekonomi maupun dari penegakan hukum. Dari sisi penegakan hukum, wilayah Indonesia terdiri dari pulau-pulau memiliki  laut dan garis pantai yang sangat luas, khususnya Provinsi Riau dimana lautnya berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Dengan demikian, menimbulkan kerawanan-kerawanan, seperti, penyeludupan barang, ilegal loging, penyelundupan narkotika, traficking, pencurian ikan oleh nelayan asing dan lain sebagainya.

Jalur pantai yang sangat luas sehingga tidak terawasi dengan baik, dimana penyeludupan tersebut dilakukan melalui pelabuhan tikus yang ada di sepanjang pantai. Terhadap penyelundupan tersebut, Kejati Riau dan jajaran telah menuntut pelakunya dengan hukuman yang tinggi bahkan pelaku penyelundupan narkoba dituntut hukuman mati.

Khusus untuk pemberantasa narkoba Kejati Riau tidak saja melakukan upaya represif dengan menjatuhkan hukuman yang tinggi supaya ada efek jera, tapi upaya pencegahan juga dilakukan secara preventif melalui penyuluhan hukum. Peserta juga sepakat, penegakan hukum khususnya untuk kejahatan narkotika, ilegal logging dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) belum menyentuh aktor-aktor intelektual yang mendanai, dimana selama ini yang tertangkap hanyalah pekerja atau orang suruhan sehingga perbuatan tersebut terus berlangsung.

Di sisi lain peserta juga menyoroti minimnya anggaran untuk institusi penegak hukum baik Kepolisian dan Kejaksaan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) dan Humas Kejati Riau, Mukhzan kepada media juga menyampaikan, kunjungan peserta Sespimti Polri tersebut di samping merupakan bagian dari tugas Lemdik Polri berupa Kuliah Kerja Dalam Negeri juga untuk membangun senergitas yang sudah terjalin sehingga kedua pihak mempunyai kesamaan persepsi dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum, khususnya yang berhubungan dengan poros kemaritiman agar masyarakat pesisir dan nelayan merasakan hadirnya penegak hukum untuk melindungi masyarakat. (rls/vir)
 

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY