Hasil Pendataan Tim

Ada 42 Benda Cagar Budaya dan Situs Sejarah

Rabu,12 Agustus 2015 | 17:05:18 WIB
Ada 42 Benda Cagar Budaya dan Situs Sejarah
Ket Foto : Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru, Hermanius

PEKANBARU (jurnalmetronews.com) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru telah melakukan pendataan bersama Tim Bandar Senapelan Heritage bekerjasama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Marhum Pekan mendata benda-benda dan tempat bersejarah purbakala yang diduga sebagai cagar budaya di Kota Pekanbaru.

Dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru Hermanius, ada 42 benda cagar budaya yang menjadi situs sejarah peninggalan terdapat di Kelurahan Kampung Bandar dan sekitarnya di Pekanbaru. Setelah menemukan situs sejarah tersebut, Dinas Kebudayaan melakukan pertemuan denga tim cagar budaya dan akan menyampaikan ke BP3 Batusangkar untuk ditetapkan sebagai benda cagar budaya.

‘’Kita sudah melakukan survei di lapangan dan menemukan sedikitanya 42 benda cagar budaya yang diduga situs sejarah. Selama ini benda cagar budaya yang diduga situs sejarah peninggalan sejarah purbakala dibiarkan dan tak diurus. Makanya situs yang menjadi sejarah tersebut akan diselamatkan dan kita akan terus mengusahakannya agar bisa dijadikan situs bersejarah dan sekaligus menjadikan objek wisata pekanbaru, serta akan menghidupkan pariwisata," ujar Hermanius.

Dikatakan Hermanius, ke 42 dugaan situs sejarah tersebut, di antaranya Komplek Makam Marhum Pekan di jalan Masjid Raya Pekanbaru, makam pendiri Pekanbaru beserta kerabat Kerajaan Siak abad 18, Tapak awal Masjid Nur Alam, Jalan Masjid Raya Pekanbaru, dimana masjid ini dibangun semasa ibukota Kerajaan Siak abad 18.

Ada juga sumur tua Masjid Nur Alam, yakni sumur yang dibangun bersamaan dengan Mesjid Nur Alam, mimbar Masjid Raya Pekanbaru yang merupakan salah satu dari 4 mimbar masjid yang dibuat semasa Kerajaan Siak dengan keterangan tulisan Arab Melayu di bagian atasnya yang dibuat pada tahun 1892 M juga ada gerbang Masjid Raya Pekanbaru dibangun 1940, tiang enam Masjid Raya Pekanbaru yang merupakan simbol 4 Datuk Kerajaan Siak dan 1 imam dan 1 qadi Sultan Siak.

Makam Datuk Tanah Datar Kerajaan Siak Datuk Abdullah bin Mohammad Saleh yang wafat di Pekanbaru tahun 1932 M, Makam Datuk Syahbandar Abdul Jalil Gubernur Provinsi Negeri Pekanbaru Kerajaan Siak wafat di Pekanbaru 1942 M, rumah keluarga (alm) Hj Ramnah Yahya yang merupakan rumah kayu dibangun tahun 1889, Masjid Al-Huda yang dibangun tahun 1963 M, rumah Tuan Qadi Sultan Siak H Zakaria bin Abdul Muthalib di Jalan Perdagangan yang saat ini masih dalam proses tim penelitian BP3 Batusangkar, Jembatan penyeberangan ke Tapak Jembatan Phonton Caltex yang berfungsi sebagai buka tutup jembatan, Tapak Terminal lama Boom Baru jalan meranti adalah terminal tertua di Pekanbaru yang dibangun oleh PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI).

Rumah (Alm) Rodiah Taher, Jalan Meranti yang dibangun pada tahun 1957 yang merupakan tempat penitipan sepeda pegawai PT Caltex pada periode Jembatan Phontoon, Permukiman Batin Senapelan, Jalan Merbau merupakan pemukiman yang dipimpin oleh Bujang Sayang dan dikenal dengan sebutan Dusun Payung Sekaki, Pompa Bensin NASCO yang merupakan pompa bensin pertama di Riau milik Akasah, Rumah Honolulu di Jalan Senapelan yang merupakan rumah khas Melayu Pekanbaru, Surau Ir-hash yang merupakan sejarah markas besar pejuang tentara fisabilillah pada zaman perang kemerdekaan, rumah Haji Ja'far, rumah pengusaha Senapelan tempo dulu, rumah Tuan Qadi Sultan Siak H Zakaria bin Abdul muthalib di Jalan Senapelan rumah berasitektur eropa yang pernah dijadikan rumah sakit semasa pendudukan Jepang, rumah tempat pembentukan Serikat Dagang Islam Cabang dan Koperasi Serikat Islam Kerajaan Siak, Makam Imam HM Taher yang merupakan imam Districkholf Kerajaan Siak di perkuburan Senapelan.

Makam perintis Kemerdekaan Indonesia H Moh Amin dan janda perintis kemerdekaan Siti Amin yang juga pendiri Serikat Dagang Islam 1916 dan Koperasi Serikat Islam Cabang Kerajaan Siak di Pekanbaru 1917.

Ada juga makam Guru Hasan diperkuburan senapelan ia adalah seorang tokoh pendidikan yang juga menjadi camat militer tapung kanan semasa agresi belanda II tahun 1948, Makam Penghulu Lima Puluh I kerajaan siak Muhammad Amin tokoh perintis Propinsi Negeri Pekanbaru, pengulu Batin Senapelan yakni kepala suku Pebatinan Senapelan, Rumah Pateh Ali Kantor Markas Tentara Heiho dimasa pendudukan jJpang, Tugu peringatan Merah Putih dan bekas Gedung PTT pengibaran bendera merah putih pertama kali oleh pemida PTT pada 15 september 1945, Tapak Gedung Balai Kerapatan Adat Kerajaan Siak Balai Districtshoofd dibangun masa kerajaan Sultan Syarif Kasim II tahun 1916, Jalan Hasyimstraat jalan tertua di Senapelan yang dibangun 1916, Rumah Penghulu M Zain termasuk ruko tertua di Senapelan, Kawasan Pelabuhan Pelindo kawasan lama pelabuhan Pekanbaru tempat ditemukannya tugu titik nol pekanbaru, tugu titik nol Pekanbaru tugu pertama sebagai tanda tapal batas Pekanbaru, tapak klenteng Cingwa Cingwi sudah tidak ada lagi dan merupakan klenteng China pertama di Pekanbaru, Rumah Kediaman Havenmeester Belanda kondisi tidak terawat dan bangunan belum berubah, ruko lama kedai kopi Kim Teng dibangun tahun 1955 dengan nama kedai kopi Nirmala, Rumah Haji Sulaiman India tahun 1926 M, Tapak Tugu Peringatan Jepang, Rumah Controler Belanda dan Riau Syu Cokang Hedung RRI sekarang, gereja Santa Maria A Fatimah, Gereja Katolik tertua di Pekanbaru dibangun sekitar tahun 1940-an, Vihara Tei Ratna Budhis Centre dan kitab Dalai Lama 100 tahun di Vihara tersebut terdapat kitab Dalai Lama, kawasan perkampungan Tionghoa Melayu perkampungan etnis Tionghoa tertua di Pekanbaru. (des)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY