Tak Ada yang Melapor

Disperindag Kota Ancam Tutup Perusahaan Finance

Jumat,21 Agustus 2015 | 12:54:07 WIB
Disperindag Kota Ancam Tutup Perusahaan Finance
Ket Foto : Kabid Perdagangan, Disperindag Kota Pekanbaru, Mas Irba H Sulaiman

PEKANBARU (jurnalmetronews.com) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru mengancam akan menutup perusahaan finance yang beroperasi di Kota Pekanbaru, karena belum ada yang melapor.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Dinas Perindustrian  dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaur, Mas Irba H Sulaiman, Kamis (20/8/2015). "Berdasarkan Undang-undang Nomor 3 tahun 1982 tentang wajib daftar perusahaan, setiap perusahaan wajib mendaftarkan usahanya ke Disperindag," kata Mas Irba.

Semua finance di Pekanbaru belum ada yang melaporkan perusahaannya. Hingga saat ini hanya Adira Finance yang telah melapor, itupun belum melengkapi syarat-syaratnya.  "?Hingga kini, belum satupun finance punya izin dari Disperindag," ungkapnya.

Padahal jumlah finance di Kota Pekanbaru sekitar 100 lebih. Menurut Mas Irba, pihaknya sudah mengkonfirmasikan hal itu  ke perusahaan finance di Pekanbaru, namun para finance mengarahkannya ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Untuk itu, Disperindag Kota meminta kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Riau bertindak tegas dan mengaudit semua finance di Pekanbaru agar melapor ke Disperindag Kota. "Pengawasan finance-finance itu dilakukan oleh OJK," ujar Mas Irba H Sulaiman.

Disperindag Kota menerima informasi, ada perusahaan finance yang menyebar brosur sampai ke persimpangan lampu merah, bahkan door to door, seperti Columbus."Saya sudah lihat SIUP mereka dan hanya memiliki izin perdagangan umum bukan izin untuk Finance, ini jelas menyalahi aturan," sebutnya.

Apabila sampai batas waktu yang ditentukan selama 6 bulan tidak ada respon yang baik dari perusahaan finance untuk mengurus izin ke Disperindag, maka akan dilakukan langkah tegas berupa menutup perusahaan finance tersebut.

Berdasarkan izin yang dikeluarkan Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) disebutkan, perusahaan finance wajib mendaftarkan perusahaan ke  Disperindag Kota.  "Hingga saat ini lebih dari seratus finance di Pekanbaru belum terdata dan belum mengirimkan laporan keberaandaanya ke Disperindag Kota Pekanbaru," ujar Mas Irba H Sulaiman.

Hal ini jelas melanggar aturan, sehingga mereka tidak boleh buka dan termasuk ilegal. Disperindag Kota saat ini baru melakukan tidakan persuasif dan belum ditindak tegas. "Apabila sudah diberikan penjelasan dan tindakan secara persuasif tidak ada respon yang baik oleh semua finance, Disperindag akan menindak tegas semua finance jika perlu tutup," ujarnya. (des)

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY