Terkait Gepeng

Wawako Kunker ke Kota Surabaya

Kamis,27 Agustus 2015 | 17:17:11 WIB
Wawako Kunker ke Kota Surabaya
Ket Foto : Wawako Ayat Cahyadi beserta Kadis Sosial dan Pemakaman mengunjungi Liponsos (Lingkungan Pondok Sosial) Keputih Kota Surabaya, Rabu (26/8/2015). Foto: Humas Pemko

SURABAYA (jurnalmetronews.com)- Sampai saat ini, Indonesia masih tergolong Negara yang sedang maju  dan belum mampu menyelesaikan masalah kemiskinan. Dari beberapa banyak masalah sosial yang ada sampai saat ini, gelandangan dan pengemis adalah masalah yang perlu diperhatikan lebih oleh pemerintah, karena saat ini masalah tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan di kota-kota besar,seperti kota Pekanbaru.

Tingkat kemiskinan berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau sampai bulan Maret 2014, jumlah orang miskin di wilayahnya mengalami peningkatan.

Padahal Riau merupakan daerah yang terkenal kaya dengan sumber daya alam berpenduduk 5 juta jiwa. Keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) di kota pekanbaru saat ini semakin banyak dan sulit diatur.

Mereka dapat ditemui diberbagai pertigaan, perempatan, lampu merah dan tempat umum, bahkan di kawasan pemukiman, sebagian besar dari mereka menjadikan mengemis sebagai profesi. Hal ini tentu sangat mengganggu pemandangan dan meresahkan masyarakat.

Penyebab dari semua itu antara lain adalah jumlah pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan lapangan pekerjaan yang memadai dan kesempatan kerja yang tidak selalu sama.

Di samping itu menyempitnya lahan pertanian di desa karena banyak digunakan untuk pembangunan pemukiman dan perusahaan atau pabrik. Keadaan ini mendorong penduduk desa untuk berurbanisasi dengan maksud untuk merubah nasib, tapi sayangnya, mereka tidak membekali diri dengan pendidikan dan keterampilan yang memadai, sehingga keadaan ini akan menambah tenaga yang tidak produktif di kota.

Akibatnya, untuk memenuhi kebutuhan hidup, mereka bekerja apa saja asalkan mendapatkan uang termasuk meminta-minta (mengemis). Demi untuk menekan biaya pengeluaran, mereka memanfaatkan kolong jembatan, pemukiman kumuh dan lain sebagainya untuk beristirahat, mereka tinggal tanpa memperdulikan norma sosial.

Hidup bergelandangan tidak memungkinkan orang hidup berkeluarga, tidak memiliki kebebasan pribadi, tidak memberi perlindungan terhadap hawa panas ataupun hujan dan hawa dingin, hidup bergelandangan akan dianggap hidup yang paling hina diperkotaan.

Keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) di perkotaan sangat meresahkan masyarakat, selain mengganggu aktifitas masyarakat di jalan raya, mereka juga merusak keindahan kota. Dan tidak sedikit kasus kriminal yang dilakukan oleh mereka, seperti mencopet bahkan mencuri dan lain-lain.

Oleh sebab itu, apabila masalah gelandangan dan pengemis tidak segera mendapatkan penanganan, maka dampaknya akan merugikan diri sendiri, keluarga, masyarakat serta lingkungan sekitarnya.

Untuk mengatasi masalah gelandangan dan pengemis (gepeng), pemerintah mengutus Satpol PP untuk merazia semua gelandangan dan pengemis (gepeng) yang ada diseluruh sudut kota Pekanbaru. Tetapi usaha yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru masih belum dapat menghilangkan gepeng di Kota Pekanbaru.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Pekanbaru melalui dinas sosial Kota Pekanbaru melakukan kunjungan kerja di Dinas Sosial dan Permakanan Provinsi Jawa Timur dan mengunjungi dinas sosial dan permakanan kota surabaya selanjutnya mengunjungi tempat penampungan gepeng di Liponsos ke putih Kota Surabaya, balai pelayanan sosial PMKS (Penyandang Masalah Mensejahteraan Sosial) Jalanan kabupaten Sidoarjo untuk tingkat Provinsi Jawa Timur dan dilanjutkan keperkampungan gepeng di desaku menanti di kabupaten pasuruan yang merupakan program dari kementerian Sosial RI.

Permasalahan ini dilihat bahwa pemerintah kota pekanbaru masih belum memiliki tempat penampungan gepeng dan kerjasama antar SKPD yang terkait,Kata Kadis Sosial dan Pemakaman Chairani.

Kunjungan ini diharapkan semoga Pemerintah Kota Pekanbaru mampu mengatasi permasalahan gelandangan, pengemis, gelandangan psikotik (orang gila ), WTS (Wanita Tuna Susila) atau PSK (Pekerja Seks Komersial), dan Anak Jalanan yang ada di Kota Pekanbaru, karena Kota Pekanbaru yang mempunyai visi menjadikan kota pekanbaru menjadi kota metropolitan yang madani, kota metropolitan tentu menjadi banyak orang untuk mencari kehidupan yang layak di kota, sehingga banyak orang yang mencari kerja asal mendapat uang seperti mengemis, maka pemerintah kota pekanbaru harus mampu mengatasi permasalahan gepeng ini sehingga kota pekanbaru bebas dan bersih dari gepeng," tegas Wawako Pekanbaru Ayat Cahyadi,S.Si. (rls/des).

Akses JurnalMetroNews.Com Via Mobile m.JurnalMetroNews.co
Copyright © 2015 JurnalMetroNews.Com - Development By 8MEDIA TECHNOLOGY